Travel Pilihan

Perjalanan Mengungkap Keindahan Hawaii Indonesia di Ujung Timur Pulau Madura

10 November 2018   20:18 Diperbarui: 10 November 2018   20:41 291 1 0

Kehidupan seorang mahasiswa tak seindah cerita di sinetron. Kata sibuk sering muncul dalam kehidupan mereka, karena mahasiswa dalam seminggu menghabiskan waktu paling tidak 17 jam untuk kuliah. Itu pun belum ditambah dengan kesibukan dalam Unit Kegiatan Kampus (UKM) yang diikuti, kegiatan Lab yang wajib dihadiri, dan belum lagi mengerjakan tugas yang jumlahnya tidak sedikit.

Jujur, saya sebagai seorang mahasiswa jarang sekali meluangkan waktu untuk sekedar berbaring di atas lembutnya pasir, berenang di lautan biru yang jernih, atau mendaki puncak untuk menyaksikan keindahan alam yang asri.

Mahasiswa yang jarang atau kurang piknik akan membuat pikiran menjadi stres, dan apabila berkepanjangan akan menyebabkan risiko penyakit-penyakit yang serius seperti migrain, penyakit jantung, dan lain-lain.

Saya melakukan refreshing, biasanya main game (gaming) bersama teman-teman. Namun, gaming ini tidak mampu menghilangkan stres sepenuhnya. Saat main game tidak semua pertandingan atau permainan yang dilakukan itu memiliki hasil akhir yang memuaskan seperti mendapatkan kemenangan.

Jika mengalami kekalahan, bukannya mengurangi stres, malah menambah stres. Jadi, gaming ini seperti pisau bermata dua, bisa mendapatkan keuntungan dan juga bisa mendapatkan kerugian.

Oleh karena itu, untuk menghilangkan rasa stres akibat kesibukan perkuliahan, saya setiap libur akhir tahun, pasti meluangkan waktu untuk berlibur ke setiap wisata Indonesia. Pada akhir tahun 2017 kemarin, kebetulan yang menjadi objek destinasi wisataku adalah pantai yang konon katanya mirip dengan pantai di Hawaii.

Pantai Hawaii Indonesia berlokasikan di ujung timur Pulau Madura, lebih tepatnya di Kabupaten Sumenep, Desa Bringsang Kepulauan Gili Genting. Sumenep merupakan kabupaten yang terkenal dengan banyaknya tempat wisata, salah satunya adalah pantai Hawai ini.

dokumen-pribadi-5-min-jpg-5be6d15a12ae947694528999.jpg
dokumen-pribadi-5-min-jpg-5be6d15a12ae947694528999.jpg
Identitas asli pantai Hawai ini sebenarnya Pantai Sembilan. Dinamakan pantai Sembilan karena jika dilihat dari atas ketinggian, pesisir pantai ini membentuk angka Sembilan. Namun, warga setempat menyebut Pantai ini dengan sebutan pantai Hawaii karena keindahan alamnya tidak kalah saing dengan pantai-pantai yang ada di pulau Hawaii.

dokumen-pribadi-4-min-jpg-5be6d183c112fe01d55a002a.jpg
dokumen-pribadi-4-min-jpg-5be6d183c112fe01d55a002a.jpg
Jarak pantai Sembilan dengan rumah saya, terbilang dekat. Karena tempat tinggal saya tepat di kecamatan kota Sumenep. Jadi, perjalanan menuju pantai Sembilan ini, saya hanya menggunakan sepeda motor. Perjalanan dari kota sampai pelabuhan Tanjung, Saronggi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Namun, jangan khawatir bagi kalian yang berasal dari luar pulau Madura atau bahkan luar pulau Jawa, banyak jalan menuju Roma, begitu juga dengan menuju pantai Sembilan. Dengan adanya aplikasi Pegipegi kalian akan diberikan kemudahan untuk sampai di salah satu wisata Indonesia ini.  

Yang pertama, apabila kalian berasal dari pulau Jawa atau luar Jawa, kalian bisa melakukan perjalanan menaiki pesawat dari bandara dimana kalian berdomisili menuju langsung Trunojoyo Airport Sumenep. Yang saya ketahui, apabila penerbangan dari Surabaya ke Sumenep, hanya membutuhkan waktu 15 menit. Dari bandara, kalian bisa menaiki bus mini atau angkutan umum untuk sampai di pertigaan pasar Saronggi. Selanjutnya, kalian bisa menaiki angkutan umum lagi dengan jurusan ke pelabuhan Tanjung. Naik angkutan umum tadi hanya menguras sedikit uang anda, yaitu Rp. 5.000,- saja.

Yang kedua, apabila kalian ingin menaiki Bus, kalian bisa melakukan perjalanan dari terminal dimana kalian berdomisili menuju terminal Purabaya, Surabaya. Setelah itu, kalian memilih Bus yang memiliki jurusan ke Sumenep. Lalu, saat perjalanan, kalian mintalah untuk diturunkan di pertigaan menuju Pantai Sembilan.

Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, saya tiba di pelabuhan Tanjung. Di sana saya dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu kendaraan diparkir di pelabuhan atau ikut dibawa dan dinaikkan ke atas kapal. Parkir di pelabuhan akan dikenakan biaya Rp. 5.000,- sedangkan untuk dibawa di atas kapal akan dikenakan biaya tambahan Rp. 5.000,-. Untuk biaya menaiki sampan atau kapal untuk menyeberang pantai Sembilan sendiri sebesar Rp. 10.000,-. Dan perlu kalian ketahui, jam penyeberangan sampan atau kapal ini dari jam 06.00 - 16.00 WIB.

Saat penyeberangan, kapal yang saya naiki ini ditemani dengan ombak yang tidak terlalu bersahabat, cuaca yang tidak terlalu panas, dan kesejukan udara yang menyentuh seluruh tubuh dengan kemanjaan. Beda cerita dengan saya, saya ditemani penduduk lokal yang mau pulang ke rumahnya dan wisatawan-wisatawan seperti saya yang ingin merasakan keindahan di pantai Sembilan.

Ada kejadian yang membuat saya kagum dengan perilaku penduduk lokal saat berada di sampan. Di samping saya, ada wisatawan Ibu-ibu yang erat memegang tangan saya. Dia begitu ketakutan karena ombak sering menghantam kapal dengan keras. Dia banyak mengucapkan Istighfar dalam perjalanan dan dia berkata bahwa dia tidak mau naik kapal lagi. Ibu-ibu ini selalu bertanya kepada saya "kapan nyampek nya dek?" Ketika mendengar dan melihat Ibu-ibu ini, penduduk lokal dan co. Nahkoda berusaha menenangkan ibunya dengan menyanyikan lagu khas Madura. Serontak aku ikut bernyanyi dan sedikit menganggukkan kepalaku. Hal ini membuat ibu-ibu tadi menjadi lebih tenang dan santai.

Setengah jam telah berlalu, tampak dari kejauhan terlihat sebuah pulau yang mulai memamerkan keindahannya. Tak sabar hati untuk menapakkan kaki di atasnya.

Setelah sampai di pelabuhan Gili genting, Ibu-ibu yang tadi ketakutan, sekarang mengucapkan syukur Alhamdulillah, begitu pun juga aku karena sudah selamat sampai tujuan. Karena sepeda motorku diparkir di pelabuhan Tanjung, mau tidak mau  aku harus jalan kaki menuju ke tempat wisata yang kabarnya mirip dengan pantai di Hawaii. Sembari berjalan kaki, saya juga menyapa warga sekitar, mereka pun membalasnya dengan ramah.

Tiket masuk ke salah satu destinasi wisata Indonesia ini hanya seharga Rp. 5.000,-. Wow! Gak percaya? Langsung datang kesini dan buktikan aja sendiri. Harga tiket yang ekonomis, tidak sebanding dengan kenikmatan yang akan kita peroleh di sana, artinya kita hanya perlu mengeluarkan uang gopek, untuk menikmati keindahan-keindahan yang akan di pamerkan oleh pantai Sembilan ini.

Saat kalian memasuki tempat wisata ini, kalian akan melihat plang dengan bacaan "Swimming or Snorkling Yes, Bikini No". Ini nih yang membuat saya bangga jadi orang Sumenep dan kagum dengan pengelola tempat wisata ini, budaya yang mengharuskan semua orang memiliki sopan dan santun baik dari sikap maupun busana, di pantai Sembilan ini melarang wisatawan lokal dan mancanegara untuk mengenakan bikini. Jika ada wisman yang tetap nekat berbikini, maka petugas akan langsung menegur dia.

dokumen-pribadi-3-min-1-jpg-5be6dd8d43322f507276da85.jpg
dokumen-pribadi-3-min-1-jpg-5be6dd8d43322f507276da85.jpg
Di samping budaya yang sangat menonjol di sana, keramahan masyarakat di sana, keindahan dan kenikmatan yang diberikan tidak kalah saing dengan pantai-pantai terbaik di Indonesia. Bahkan, pantai yang mirip dengan di Hawaii ini akan menjadi salah satu objek wisata Indonesia yang banyak dikujungi oleh wisatawan. Air pantai yang sangat jernih, sampai-sampai bisa melihat kedalaman di pantai dari pesisir dengan mata telanjang.
dokumen-pribadi-6-min-jpg-5be6ddbe677ffb736d235bda.jpg
dokumen-pribadi-6-min-jpg-5be6ddbe677ffb736d235bda.jpg
Di sini juga banyak spot-spot foto yang keren. Buat kamu yang hobi hunting tempat-tempat kece untuk di publish media sosial kamu, maka kamu wajib datang kesini. Di Pantai Sembilan, banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini untuk menghilangkan stres atau sekedar memanjakan diri.

dokumen-pribadi-2-1-min-5be6dd1c677ffb736c7bef4b.jpg
dokumen-pribadi-2-1-min-5be6dd1c677ffb736c7bef4b.jpg
Saya duduk di tempat tidur yang biasanya digunakan wisatawan berbaring untuk memanjakan tubuhnya. Menikmati keindahan alam yang kubutuhkan ini untuk menghilangkan kepenatan tugas-tugas kuliah. Di tempat wisata ini kalian bisa melakukan banyak aktivitas untuk memanjakan diri anda seperti halnya wisatawan-wisatawan yang hadir saat itu. Ada wistawan yang asyik bermain pasir bersama keluarga dan pacar. Ada wisatawan yang ingin menguji adrenalin dengan menaiki banana boat, ada juga wisatawan yang ingin bercengkrama dengan air pantai denga berenang atau pun snorkeling, dan juga ada yang memburu spot-spot foto untuk mengabadikan momen-momen langka ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2