Mohon tunggu...
rizki surya
rizki surya Mohon Tunggu... menulis dan bercerita

mengalami melihat menceritakan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Sigap Mitigasi Bencana Banjir

26 Januari 2020   22:44 Diperbarui: 26 Januari 2020   22:44 98 0 0 Mohon Tunggu...

Perubahan Iklim ada di depan mata. Cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, abrasi air laut menjadi tanda-tandanya. Indonesia sendiri adalah rumah bagi banyak bencana alam, tidak hanya bencana vulkanologis, namun juga hidrologis. 

Di musim kemarau, bulan kemarau bisa jadi lebih panjang hingga kekeringan melanda banyak daerah, akibatnya krisis air bersih terjadi di banyak daerah. Di musim penghujan intensitas curah hujan bisa sangat tinggi akibatnya banjir terjadi.

Tentu hal tersebut sudah menjadi pengetahuan umum, dan yang perlu dilakukan adalah sikap antisipasi dan kesigapan mitigasi. Beberapa daerah di Indonesia yang rawan bencana belum memiliki sistem penanggulan bencana, di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, Bupati Berau H. Muharram, langsung melakukan koordinasi dengan memantau beberapa daerah yang rawan tergenang banjir, di Tanjung Redeb seperti Rinding dan Teluk Bayur. Koordinasi dilakukan untuk mengalirkan air yang tergenang, serta untuk mengevakuasi warga terdampak.

Selain itu koordinasi juga melibatkan BPBD atau badan penanggulangan bencana daerah Berau. Dengan koordinasi langsung di lapangan harapannya evakuasi dan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat dan cepat. Dilansir dari prokal.co, pihak BPBD mengatakan "Kita harap bantuan bisa terkumpul tepat waktu dan langsung diserahkan,".

Kesigapan mitigasi menjadi kata kunci dalam menghadapi bencana alam, apapun bencananya bila semua pihak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik ditambah dengan koordinasi yang terarah dari pimpinan tentu akan meminimalisir dampak bencana itu sendiri. Maka dari itu koordinasi langsung yang dilakukan oleh Bupati Berau, H. Muharram sudah selayaknya kita apresiasi, dan kesigapan mitigasi bencana harus terus ditingkatkan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x