Mohon tunggu...
Rizki Milani
Rizki Milani Mohon Tunggu... Komunikasi

Sekolah Vokasi IPB University

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Anyaman Besek, Sumber Rezeki Warga Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong

4 Maret 2020   08:59 Diperbarui: 4 Maret 2020   09:30 53 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Anyaman Besek, Sumber Rezeki Warga Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong
hasil produk anyaman besek dari UMKM Ibu Yayah yang siap pakai--dokpri

Bogor (23/02) - Kecamatan Cigombong merupakan daerah di Kabupaten Bogor, hasil pemekaran dari Kecamatan Cijeruk, yang juga menjadi salah satu daerah yang memiliki beragam mata pencaharian dari warga desa nya, salah satunya adalah warga yang membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perkembangan UMKM di Kecamatan Cigombong begitu meluas, dilihat dari berbagai kegiatan warga yang mulai secara serius menggeluti UMKM sebagai mata pencaharian utama nya, ataupun sekedar mengisi waktu luang agar lebih produktif. 

Jenis UMKM yang di produksi sangat beragam, mulai dari jenis usaha makanan dan minuman, kerajinan tangan, produk otomotif, dan lain sebagainya. Produk UMKM tersebut secara meluas berkembang ditiap wilayah Desa di Kecamatan Cigombong, dengan hasil produk yang berbeda di tiap desa nya.

Salah satu produk kerajinan tangan sebagai benda pakai adalah UMKM Anyaman Besek, yang di kembangkan oleh Ibu Yayah, salah satu warga Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, yang sudah sekitar 10 tahun menggeluti UMKM Anyaman Besek. Hingga saat ini, Bu Yayah memiliki 15 pekerja, yang tiap harinya dapat memproduksi sekitar 1500 anyaman besek, dengan 100 anyaman besek yang dihasilkan dari tiap orang.

 Jenis beseknya ada tiga macam; yakni yang berukuran 20x20cm, 5x10 cm, dan 3x7cm. Tiap 100 anyaman besek, Bu Yayah menjual seharga Rp 13.000 untuk ukuran 5x10 cm dan 3x7 cm dan  Rp 15.000 untuk yang berukuran 20x20 cm. Para konsumen biasanya membeli langsung dengan jumlah banyak.  "Kalau yang beli, biasanya bulanan, satu bulan beli nya cuma dua kali, sekali beli langsung dua ribu besek, nanti diangkut pake mobil box, terus dibawa lagi ke pasar, kan dari sini ke pasar mah jauh, paling nanti di jual lagi harganya bisa beda" ujar Bu Yayah yang ditemui di rumahnya pada Minggu siang (23/02).

Anyaman Besek dipilih Bu Yayah karena melihat kondisi wilayah Desa Ciburayut yang cukup asri dan banyak ditanami pepohonan bambu. Bambu tersebut tidak serta merta Bu Yayah ambil dari pepohonan, namun Bu Yayah membelinya dari pengepul bambu, yang mana bambu tersebut sudah dipilah antara bambu yang tua,dengan bamboo yang muda. 

Bambu yang sudah tua dipilih sebagai bahan anyaman, karena memiliki serat bamboo yang kuat serta cukup elastis untuk dijadikan anyaman besek. Biasanya, tiap batang bamboo dibeli seharga Rp. 12.000,-. Bambu yang sudah dibeli kemudian dipotong tipis sesuai ukuran cetakan anyaman. Biasanya, para pekerja laki-laki yang melakukan pekerjaan ini, untuk kemudian pekerja perempuan yang mulai menganyam.

Dalam menjalankan produksinya, Bu Yayah dan para pekerja awalnya belum di lirik oleh pemerintah daerah setempat hingga pada akhir tahun 2019, dalam rangka perkumpulan UMKM se-Kabupaten Bogor, UMKM anyaman besek Bu Yayah mulai dikenal oleh pemerintah dan diberikan bantuan berupa peralatan produksi seperti pisau, golok, dan benda penunjang produksi lainnya."Di sini belum ada kegiatan rutin kaya ibu-ibu PKK, tapi kita bersyukur karena setidaknya kita udah dikenal sama pemerintah desa, jadinya bisa diikut sertakan di kegiatan UMKM misalnya ditingkat desa" jelas Ibu Iyoh, anak dari Bu Yayah yang juga menjadi pekerja anyaman besek.

Warga Desa Ciburayut masih terus menunggu kontribusi pemerintah daerah setempat terkait sarana dan prasarana pengembangan UMKM, bukan hanya di Desa Ciburayut, namun juga seluruh UMKM di Kabupaten Bogor.

VIDEO PILIHAN