Mohon tunggu...
Rizki Muhammad Iqbal
Rizki Muhammad Iqbal Mohon Tunggu... Sedang belajar sosiologi. Kadang suka sekali selonjoran

Hari ini adalah besok pada hari kemarin.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengenal Konsep Diri dari George Herbert Mead

29 Oktober 2020   15:13 Diperbarui: 29 Oktober 2020   16:10 297 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Konsep Diri dari George Herbert Mead
Sumber Gambar: yearry panji setianto - WordPress.com

Rizki Muhammad Iqbal (19107020047)

Teori Sosiologi Modern/B (diampu oleh Bapak B.J. Sujibto, M.A.)

Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Interaksi sosial sebagai dasar dari kehidupan sosial sepertinya sudah lumrah dalam benak kita. Dalam interaksi ini terdapat simbol-simbol sosial yang mampu mendorong manusia untuk berpikir, kemudian merespons. Mungkin inilah yang terjadi ketika manusia melakukan interaksi. Berbeda dengan hewan, manusia memiliki berkah utama berupa kemampuan untuk berpikir dan mempertimbangkan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

Sebelumnya saya menulis dan mendiskusikan relevansi dramaturgi dari Erving Goffman yang juga termasuk ke dalam pemikir penting tradisi interaksionisme simbolik. Kali ini saya akan membahas satu pemikir besar dalam tradisi ini mengenai konsep diri, yakni George Herbert Mead.

George Herbert Mead lahir di South Hadley, Massachusetts, Amerika Serikat pada 27 Februari 1863 dan kemudian meninggal pada 26 April 1931. Beliau sebenarnya merupakan pemikir psikologi sosial, namun pengaruhnya dalam sosiologi juga cukup besar. Maka beliau juga bisa disebut sebagai sosiolog dalam tradisi interaksionisme simbolik. Dua akar yang paling mempengaruhi teori-teori Mead mencakup filsafat pragmatisme dan psikologi sosial tindakan atau behaviorisme psikologis.

Awalnya saya mengenal tokoh ini melalui karya tunggalnya, yakni Mind, Self and Society. Buku ini merupakan kumpulan catatan-catatan para mahasiswa selama mengikuti kuliah dari Mead. Buku ini juga menggambarkan secara garis besar sistem pemikiran Mead seputar konsep diri secara sosial. Secara luas, Mead mendefinisikan bahwa diri dibentuk oleh proses-proses langsung dalam interaksi sosial. Menurutnya (Mead, 1934/2018: 261) proses sosial bertanggung jawab dari kemunculan diri; diri tidak hadir sebagai diri terpisah dari jenis pengalaman ini.

Konsep diri dari Mead tidak seperti konsep diri yang biasa digunakan dalam ranah psikologi murni yang biasanya menyatakan bahwa diri merupakan entitas lain yang berasal dari dalam diri sendiri. Konsep diri menurut Mead adalah produk proses-proses sosial, terutama proses komunikasi di antara umat manusia (George Ritzer & Jeffrey Stepnisky, 2019).

Sederhananya, kita bisa menemukan konsep diri ketika berada dalam suatu lingkungan masyarakat atau kelompok mikro yang lebih kecil. Jadi di dalam suatu lingkungan masyarakat, kita akan mengamati proses-proses sosial yang terjadi. Kemudian kita akan mengambil sikap-sikap orang lain secara sadar dan kemudian menyesuaikan dengan keadaan sosial yang ada.

Hal ini sama seperti kita sewaktu kecil. Kita waktu kecil cenderung mengambil sikap dari orang-orang yang kita amati. Dulu sewaktu kecil, adik saya sering berpura-pura menjadi Spiderman. Dia sering melata di lantai dengan menggunakan topeng Spiderman. Dari fenomena kecil ini, kita bisa berasumsi bahwa adik saya ini sedang mengambil peran Spiderman setelah dia menonton film Spiderman. Hal inilah yang dinamakan Tahap Sandiwara, di mana anak kecil berusaha membangun sebuah diri melalui peran yang diambil untuk dirinya sendiri dan kemudian merepresentasikannya. Aktivitas meniru lalu merepresentasikannya inilah yang menurut Mead (1934/2018: 288) adalah aktivitas terorganisasi yang di dalam sifat seorang anak mengendalikan respons tertentu yang memberi kesatuan dan membangun diri miliknya sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN