Mohon tunggu...
Rizka PrameswariPratiwi
Rizka PrameswariPratiwi Mohon Tunggu... Pendidikan IPS 2017

Seorang mahasiswi berasal dari Cirebon yang sedang menempuh semester akhir pada Program Studi Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini sedang menjalani kegiatan KKN Tematik Covid-19 2020.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Tuntutan Pengembangan Karakter Anak Sebagai Output Pendidikan Selama Proses Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

25 Desember 2020   07:04 Diperbarui: 25 Desember 2020   07:04 172 3 0 Mohon Tunggu...


Telah kita ketahui dalam 9 bulan terakhir Indonesia telah dibuat resah oleh adanya pandemi virus Corona atau Covid-19. Bahkan sampai per Bulan Desember saja total kasus yang ada di Indonesia sudah mencapai 91 ribu lebih. Betapa bahayanya virus ini, karena dengan begitu mudahnya menulau dari orang yang satu ke orang yang lain. Penularan Covid-19 ini dapat terjadi lewat kontak erat antar orang melalui percikan atau droplet dari batuk maupun bersin. Untuk itu pemerintah sangat mewanti-wanti dengan keras agar masyarakat dapat tertib untuk selalu memakai masker kemanapun dan dimanapun, serta jaga jarak minimal dengan orang lain minimal 1-2 meter.

Begitu bahayanya pandemi ini sampai-sampai pemerintah pun telah berupaya sedini mungkin dan sekeras mungkin untuk dapat menanggulangi pandemi virus Covid-19 ini. Seperti pemerintahan dalam bidang kesehatan telah membuat kebijakan terkait Pembatasan Sosial Skala Besar atau yang kini sering kita sebut PSBB, penerapan pola perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS, serta penerapan protokol kesehatan bagi semua masyarakat pada semua kalangan dimanapun berada, entah itu pada transportasi umum, kantor sampai pusat perbelanjaan. Kemudian dalam bidang pendidikan, pemerintah telah memutuskan dan mengeluarkan kebijakan terkait pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah (Learning From Home atau Study From Home). Semua sekolah ditutup mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi tidak diperbolehkan adanya kegiatan sampai waktu yang belum dapat dipastikan.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini tentunya tidak mudah dirasakan bagi siswa, guru sampai orangtua karena tidak adanya pertemuan tatap muka atau face to face untuk beberapa bulan (2 semester terakhir). Sehingga banyak keluhan yang dilontarkan terkait pola pembelajaran yang belum dapat dilaksanakan secara optimal karena informasi yang diberikan guru maupun yang diterima siswa sangat terbatas, komunikasi yang terhambat dan sulit karena tidak semua siswa/wali siswa memiliki fasilitas yang memadai dirumah, sampai tingkat emosional siswa/wali siswa yang tidak dapat dielakkan selama pembelajaran daring dirumah ini.

Memang seharusnya apabila dikaji pada sisi lainnya, adanya pembelajaran jarak jauh ini menjadi satu kesempatan bagi orangtua untuk dapat memfokuskan pada pengembangan serta penguatan karakter anak khusunya nilai kemandirian selama dirumah. Meskipun proses pembelajaran jarak jauh ini adalah salah satu bentuk nyatta implementasi merdeka belajar, namun tentunya memang tidak akan semudah itu, proses pembelajaran jarak jauh ini memiliki nilai kelebihan juga kekurangan yang dirasakan. Kelebihannya adalah siswa dapat lebih mudah serta fleksibel dalam pembelajaran karena dapat mudah mengkondisikan tempat dan situasi yang senyaman mungkin selama pembelajaran, juga siswa dapat memperoleh sumber belajar lebih luas seperti menggunakan internet, sampai lingkungan rumah dan masyarakatnya guna menunjang dan menciptakan proses pembelajaran yang optimal dan juga menyenangkan. Namun dibalik kelebihan yang ada, tentu terdapat kelemahan dan kekurangan dari proses pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi ini, salah satunya adalah berkurangnya sosialisasi dan interaksi siswa dengan teman-teman dan gurunya secara nyata. Tentunya hal tersebut tidak dapat dianggap enteng, karena secara perlahan akan mempengaruhi emosional siswa yang mana siswa pun akan merasakan kejenuhan. Selain itu kesenjangan sosial yang masih banyak terjadi khususnya di daerah-daerah terpencil yang mana tidak semua siswa dan wali siswanya memiliki fasilitas penunjang seperti handphone atau gadget juga komputer atau laptop sebagai sarana dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Dan beginilah bukti nyata suka duka pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah selama masa pandemi. Siswa akan lebih banyak berinteraksi dengan keluarga dan kerabat masyarakat dekatnya dirumah. Tetapi, kita lihat sisi positifnya saja agar hal ini tidak sepenuhnya dinilai buruk. Bahwa dalam proses belajar dari rumah akan ada sikap atau karakter positif anak yang dapat tumbuh dan terbentuk , seperti kemandirian dan karakter positif lainnya yang mengacu pada life skills atau keterampilan hidup. Dengan tumbuh dan terbentuknya karakter positif ini maka diharapkan akan tumbuh juga sebagai pembiasaan yang menjadikan anak memiliki akhlak yang mulia. Sudah jelas seperti yang kita ketahui bahwa keluarga merupakan lingkungan awal yang menjadi tempat anak untuk beradaptasi, berinteraksi serta tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikisnya. Sehingga dengan adanya pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini diharapkan menjadi satu nilai positif dalam pendidikan untuk keluarga dapat melakukan pengembangan, pembiasaan serta penguatan dalam pendidikan karakter anak. Hal yang dapat dikembangkan diantaranya adalah pola keseharian yang baik, gaya bicara komunikasi serta bahasa yang baik, serta pembiasaan lain yang secara tidak langsung hal itu akan menciptakan waktu yang berkualitas atau quality time dalam keluarga. Sehingga keluarga harus menyadari dan dapat memanfaatkan momentum yang baik ini dengan menjadi peran utama dalam tumbuh kembang karakter anak selama diruamh.

Lalu, hal-hal apa saja yang dapat dilakukan orangtua dan anak dirumah untuk dapat mengembangkan serta menguatkan pendidikan karakter anak? Dan nilai-nilai apa saja yang dapat dibangun? Berikut merupakan beberapa nilai yang dapat dikembangkan untuk karakter anak selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 :

  • Menumbuhkan Nilai Karakter Religius

Nilai karakter religius adalah penghayatan ajaran agama yang dianut yang telah melekat pada diri setiap individu yang kemudian akan melahirkan sikap atau perilaku dalam kehidupan sehari-hari dan hal tersebut dapat menjadi pembeda karakter dengan orang lain. Bentuk pengembangan nilai karakter religius untuk anak dirumah adalah dengan mengajarkan toleransi terhadap penganut agama lain serta dapat hidup rukun berdampingan dengan mereka.

Penerapan nilai karakter religius pada anak memang tidak akan mudah pada awalnya, namun dengan seiring pembiasaan dan dilaksanakan secara berulang, maka yang awalnya anak merasa berat untuk melaksanakan perlahan akan menjadi ringan dan relatif menjadi kebiasaan untuk dilaksanakan setiap hari. Berikut merupakan contoh kegiatan penumbuhan karakter religius anak yang dapat diterapkan dirumah:

  1. Pelaksanaan ibadah secara rutin dan tepat waktu. Misalnya sholat lima waktu untuk umat Islam;
  2. Biasakan untuk meluangkan waktu membaca Al-Quran atau mengaji;
  3. Terapkan perilaku jujur kepada anak sehingga tumbuh rasa takut pada anak jika berbicara bohong. Selain anak dapat memahami bahwa berbohong adalah perilaku yang tidak baik bagi dirinya dan orang lain, juga ada Tuhan yang mengawasi dan Maha Mengetahui.
  • Menumbuhkan Nilai Karakter Disiplin

Nilai disiplin biasanya identik dengan kepatuhan dan ketaatan pada ketentuan atau peraturan. Namun tanpa disadari nilai karakter disiplin sangat penting dan dibutuhkan dalam diri setiap individu, dengan adanya karakter disiplin maka akan dapat memunculkan nilia-nilai karakter lainnya yang baik dan positif. Alasan pentingnya penguatan nilai karakter disiplin pada anak adalah karena dewasa ini marak terjadinya perilaku menyimpang yang melanggar peraturan dan bertentangan dengan norma. Sehingga pada usia anak sekolah menjadi hal yang sangat diperlukan untuk ditumbuh kembangkannya nilai karakter disiplin dalam diri.

Seperti pada masa pandemi saat ini, nilai kedisiplinan sangat perlu diterapkan khususnya ditengah masyarakat. Dengan adanya imbauan dari pemerintah, masyarakat diharuskan turut membantu untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan patuh untuk selalu memakai masker kemanapun pergi, serta dapat menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan Kementerian Kesehatan. Berikut merupakan perilaku disiplin yang dapat diterapkan pada anak dirumah:

  1. Membiasakan anak selalu menggunakan masker ketika hendak pergi kemanapun baik dekat maupun jauh;
  2. Membudayakan cuci tangan dengan sabun dan air bersih ataupun menggunakan hand sanitizer;
  3. Menerapkan Physical Distancing atau menjaga jarak dengan orang lain sampai minimal 1-2 meter serta menghindari kerumunan orang banyak;
  4. Senantiasa menjaga imunitas tubuh dengan memenuhi asupan nutrisi dan makan makanan yang bergizi secara teratur;
  5. Membiasakan anak untuk rajin membersihkan lingkungan rumahnya atau kamarnya sendiri setiap hari guna menciptakan kebersihan dan kenyamanan, dan kegiatan positif lainnya yang dapat menumbuhkan kedisiplinan anak dirumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN