Ekonomi

Tantangan Seorang Akuntan di Ekonomi digital

10 Januari 2019   10:56 Diperbarui: 10 Januari 2019   11:02 162 0 0

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju semua aspek kehidupan baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya,  tergilas akan kehadiran teknologi masa kini yang membuat seseorang menjadi pecandu atau pengila teknologi. Karena apa teknologi di zaman sekarang ini menjadikan suatu permasalahan seolah mudah karena teknologi. Orang awalnya tidak tau menjadi tau, yang jauh menjadi dekat dan samapai-sampai yang dekat juga bisa menjadi jauh karena semua itu tentang perubahan teknologi. Perubahan yang semua menjadi instan dan membuat ketergantungan.          

            Perkembangan ekonomi digital telah membuka berbagai kemungkinan baru sekaligus meningkatkan risiko secara bersamaan. Dengan perubahan itu pula yang memberikan dampak secara signifikan dalam hal perkembangan akuntansi dan auditing. Dunia digital saat ini tidak hanya melahirkan peluang dan manfaat besar bagi publik dan kepentingan bisnis. Namun juga berdampak pada risiko kesinambungan usaha dan kreadibilitas organisasi. Dengan kata lain majunya teknologi di era sekarang ini mau tidak mau sorang akuntan harus mampu mengikut perkambangan teknologi informasi.

            Pemikiran seorang akuntan harus dibuka secara lebar-lebar, pemikiran yang awalnya hanya lingkup mikro sekarang dengan tuntutan zaman harus dirubah dengan pemikiran-pemikiran yang mencangkup keseluruhan (makro). Masa depan dunia yang didukung oleh teknologi yang dinamis, telah memperharuan fungsi bisnis dan model yang berbeda.  

            Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) menyatakan  peranan sorang akuntan saat ini tak lagi terbatas pada book-keeping. Namun, mencakup pengendalian internal. Analisis juga akan berpindah dari sifat retrospektif menjadi prediktif. 

Dengan demikian, selain mengikuti perkembangan ekonomi digital, seorang akuntan masa kini juga menghadapi tuntutan untuk melengkapi dirinya dengan berbagai pengetahuan tentang model operasi bisnis terbaru, pemanfaatan berbagai sumber pendanaan, dan budaya organisasi. hal seperti  itu akan menyebabkan persaingan untuk menciptakan nilai  semakin mengarah pada layanan dan promosi yang bersifat consumer based

Perusahaan-perusahaan konvensional dapat kehilangan daya saingnya apabila tidak menghiraukan perubahan-perubahan ini ke dalam strategi bisnis dan strategi kepemimpinan mereka.

            Kualitas tentang kurikulum pendidikan akuntansi harus  dibenahi melalui pengabungan antara perkembangan ilmu teknologi informasi. Karena dalam hal pelaporan kepada publik, sistem informasi saja tidak cukup. Perguruan tinggi harus mampu menciptakan  lulusan akuntan dengan daya saing tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi digital. Karena apa, seorang akuntan tidak hanya bersaing sesama akuntan dalam negeri saja melainkan bersaing dengan akuntan luar negeri nantinya.

            Profesi akuntan, dengan berbagai kemampuan sekalipun hanya merupakan bagian kecil dari aktivitas ekonomi, otomatis harus menyiapkan untuk  menghadapi perubahan ekonomi tersebut adapun gambaran tentang profesi akuntan di masa sekarang dan masa yang akan datang. Profesi akuntan di masa sekarang perlu menyiapkan informasi dalam bentuk laporan-laporan guna pengambilan keputusan. Sedangkan pada masa yang akan datang akuntan harus bias menyiapkan informasi dengan mengunakan teknologi guna perencanaan dan pengambilan keputusan sesuai dengan perubahan zaman teknologi baru yaitu abad Network Intelligent atau ekonomi digital.

            Dalam sistem perdagangan dunia yang berkembang sangat pesat menyebabkan sistem perdagangan saling ketergantungan atara satu dengan yang lain, saling mempengaruhui, saling memberi peluang untuk maju, saling menuntut profesionalitas, kejujuran dan moral bisnis yang tinggi adalah  sikap yang harus dimiliki setiap pelaku bisnis. Untuk menjadi seorang akuntan yang profesional di ekonomi digital seperti saat ini harus mempunya skill yang mumpuni, kemampuan bejar mandiri yang berkelanjutan, berkompeten di lingkungan bisnis global, dan memiliki leadership skill untuk mengahadapi perubahan.

            Tidak dapat di pungkiri akan kenyataan perubahan dimasyarakat mulai dari bidang ekonomi, manajemen, maupun dalam bidang teknologi informasi. Karena sejatinya melalui  pengembangan pendidikan dan kualitas diri yang nantinya diharapkan bisa menolong individu akan perubahan ekonomi digital.