Mohon tunggu...
Reki Sipatsu
Reki Sipatsu Mohon Tunggu... -

Jurnalis biasa

Selanjutnya

Tutup

Politik

Bripda Taufik Pengalihan Isu Panas Komjen Budi Gunawan?

16 Januari 2015   21:53 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:00 286
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14213948031808000055

Meski sebagai seorang penulis (amatir), saya tentu tahu apa itu pengalihan isu? Suatu kabar yang berhembus untuk menutup isu lain yang sedang panas. Atau setidaknya bisa mengurangi ke-bombastisan dari 'konflik' besar.

Saat ini muncul kabar seorang polisi, Bripda Taufik yang hidup di bekas kandang sapi. Sebuah potret yang cukup ironi, berbanding terbalik dengan kenyataan ada  seorang jenderal dijadikan tersangka atas dugaan perkara rekening gembrot.

Dari satu sisi, Bripda Taufik adalah sosok antitesis dari para petinggi Polri yang makmur sentosa. Terbesit pertanyaan, apakah para elite polisi tak memperhatikan bawahannya, sampai-sampai ada seorang Bripda yang hidup di tempat tinggal yang kurang layak.

Kok Bripda Taufik atau polisi lain yang mungkin mengalami hal yang serupa tidak diperhatikan?

Itu mungkin dari sebuah sisi kanan. Bahwa Taufik muncul sebagai antitesa dari jenderal yang korup. Polisi sederhana, dan juga semoga benar-benar jujur dan amanah.

Tapi di sisi lain atau sisi kiri, muncul juga pertanyaan mungkinkah kemunculan sosok Bripda Taufik sebagai pengalihan isu. Momen kemunculannya ketika seorang jenderal ditetapkan sebagai tersangka yang membuat pandangan masyarakat semakin kecewa: bila benar-benar pak jenderal bertingkah, ya kita sebagai rakyat makin tak percaya? Begitu kira-kira yang dilontarkan sebagian besar masyarakat.

Kesimpulannya, apakah sosok Bripda Taufik merupakan pengalihan isu untuk pak jenderal yang dikecam masyarakat yang sudah percaya bila sudah jadi tersangka?

Tapi yang jelas sosok Bripda Taufik setidaknya mengubah sedikit pandangan bahwa tidak semua polisi 'gendut' makmur sentosa karana dugaan adanya korupsi. Namun ada juga polisi yang kurang mapan, ada juga mungkin polisi yang sudah berumur dan berpengalaman jauh tapi tak makmur.

Mungkin banyak yang tahu, sosok jenderal Hoegeng. Seperti dimuat JadiBerita.com, Pria bernama asli Hoegeng Imam Santoso merupakan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 – 1971. Selama menjalankan tugas sebagai polisi, ia selalu mengutamakan sikap kedisiplinan dan kejujuran.

Salah satu contohnya adalah ia pernah menolak hadiah rumah dan berbagai isinya saat menjalankan tugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim Polda Sumatera Utara tahun 1956. Kini, sosok jenderal jujur telah pergi selama-lamanya. Meski Hoegeng telah tiada, tapi kisah kejujurannya akan selalu dikenang sepanjang masa.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun