Mohon tunggu...
Rizal Mutaqin
Rizal Mutaqin Mohon Tunggu... Tentara - Bhumi Literasi Anak Bangsa

Semua Orang Akan Mati Kecuali Karyanya

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Olahraga Pagi di Monas

7 Mei 2024   09:13 Diperbarui: 7 Mei 2024   09:27 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Setiap pagi, sebelum matahari menjulang tinggi, Monas menjadi saksi bisu dari kegiatan rutin para pencari kebugaran. Di antara gemerlap ibu kota yang mulai terbangun, ada ritme khas yang mengisi lapangan ini saat fajar menyapa. Pagi itu, Rama, seorang pekerja kantoran yang telah terpaku pada rutinitasnya, memutuskan untuk menghirup udara segar dan menyerap energi dari olahraga pagi di Monas.

Rama tiba dengan langkah-langkah ringan, bersemangat menyambut pagi. Dia merasa segera terisi oleh semangat dari atmosfer yang begitu hidup di Monas. Setelah meletakkan matrasnya di tepi lapangan, ia segera memulai peregangan, mempersiapkan tubuhnya untuk latihan yang akan datang. Senyumnya merefleksikan kepuasan dan ketenangan dalam menikmati momen ini.

Di sekelilingnya, beragam individu dari berbagai latar belakang dan usia berkumpul, menyatukan diri dalam semangat untuk hidup sehat. Ada ibu-ibu yang setia meniti jalan di sekitar lapangan sambil bercengkrama, remaja yang bergembira bermain sepak bola, dan para pencinta yoga yang mencari kedamaian di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

Saat mentari mulai muncul di ufuk timur, latihan intensif dimulai. Rama bergabung dengan sekelompok orang yang sedang melakukan latihan lari interval. Langkahnya mantap, mengikuti irama napasnya yang teratur. Setiap langkahnya terasa seperti perjalanan menuju kesehatan yang lebih baik, menuju versi terbaik dari dirinya sendiri.

Meski kelelahan mulai terasa, semangat tak pernah pudar. Suara riuh rendah dan tawa-tawa ringan memenuhi udara, menciptakan suasana yang penuh semangat dan positif. Di tengah-tengah latihan, Rama merasa seperti bagian dari sebuah komunitas yang saling mendukung dan menginspirasi.

Saat latihan selesai, Rama merasa penuh kepuasan dan energi yang menyegarkan. Dia melihat sekelilingnya, menyadari betapa Monas adalah tempat yang tidak hanya memberikan kebugaran fisik, tetapi juga ketenangan batin. Terinspirasi oleh pengalaman ini, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk kembali setiap pagi, mengisi hari-harinya dengan semangat dan kebugaran yang baru ditemukan.

Dengan langkah yang ringan dan hati yang penuh sukacita, Rama meninggalkan Monas. Namun, semangat dan kenangan indah dari olahraga pagi itu tetap melekat padanya sepanjang hari. Baginya, Monas bukan sekadar sebuah taman, tetapi merupakan tempat di mana kebugaran fisik dan kebahagiaan batin saling bersatu dalam harmoni yang sempurna.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun