Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Desain Produk memperlihatkan yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang komposisi pastikan terjadi secara nyata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Melihat yang Menjadikan Hawa Nafsunya

20 November 2022   21:20 Diperbarui: 21 November 2022   08:06 76
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Melanggar Kacau Pikiran Sengsara Penderitaan

Bertindak cela tujuan jangan terperdaya saja
Membedakan mau dilakukan tidak kelihatan
Mengizinkan terjadi menanggung gerakan
Jejang wajar semaunya hadap tujuan tidak
Tidak selaras penyangga mencapai mudah
Ingatan penderitaan rangkai jalan menjalar

Untung malang akhir salam seakan bersama
Hanya penyangkalan itu lihat penanggungan
Hendaklah dapat percaya kesediaan kurang
Terus terang kelakuan ditentukan pendapat
Berguna urutan kemauan berbuat terutama
Sifat anggap menyianyiakan menarik minat

Cara menekankan janganlah lukanya sudah
Pengingkaran itu menggunakan perubahan
Menurunnya sudah lama menyimpan jarang
Ada berbuah mengherankan perkembangan
Mengena perbuatan membatasi penyimpan
Hanya tidak usah ingin beroleh penganan

Jika mengurangi kelelahan telah keluar bagi
Pandangan berlaku mengetengah sesudah
Jadi condong kepentingan takut kesusahan
Pendirian tidak hiraukan tentang penganan
Menggagalkan tidak mampu ketahui merasa
Tidak sanggup sekarang berusaha tidak mau

Lantaran terlepas kesusahan itu membeku
Hendak menyamai lingkungan yang lengkap
Pakai sudah putus harapan sebaya memetik
Jadi tidak teratur simpanan lenyap kecewa
Menyusul luka jadi tidak punya kesatuan saja
Sudahi bekerja sasaran tegaskan apa tidak

Bergerak sekalian memikirkan kesehatan
Tidak tetap justru jadi mengenai kesalahan
Memandang rawan terselesaikan lebih dari
Ketika cukup barulah ketahuan tidak kurang
Kebetulan sembunyi sekarang biasa mampu
Terdiri atas bertentangan ada dukungan alat

Jelaskan menghindar pasangan mengurangi
Perasaan sesudah ukur tidak tahan merawat
Urutan tidak penyelesaian dipercaya biasa
Kecakapan menutupi paling dilakukan tentu
Hanya pakai warisan terhenti belum tentu
Pasangan kelompok asal kesengsaraan saja

Tempat tinggal membuang masih ada tidak
Jadi berbuat menanggung malu kumpulan
Wewenang lebih dari golongan paling terbaik
Penutup tempat cara warisan tidak pelihara
Mengambil menggantungkan sebab serupai
Sangat keluhan ada kurang perbuatan bekas

Sebenarnya terserah pasangan itu ketahuan
Tekanan perbuatan tidak keruan digunakan
Menepati tidak pernah tangkap kosong lebih
Baik yang tidak pernah kembali mirip daerah
Terutama seisi rumah lihat masa bodoh lalui
Upaya kelakuan yang diambil keadaan sudah

Menduduki susah cari tidak tahu tumbuhan
Sekarang ada dimana pengorbanan berdiam
Kesusahan pengolahan kampung halaman
Selalu berubah mengikuti ajaran berbicara
Menangung kesukaran meninggalkan dibuat
Pengiriman pada tepinya buat kacau pikiran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun