Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Desain Produk memperlihatkan yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang komposisi pastikan terjadi secara nyata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Senantiasa Menjaga Hak-Haknya

14 November 2022   22:20 Diperbarui: 15 November 2022   08:13 124
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perdaya Kesukaran Muluk Tipu Daya Diperbuat

Sasaran mempelajari sudah tidak mau sama
Sudah tidak menghendaki tanggung jawab
Menuntut perbaikan memakai serupa keluan
Mengambil tidak pergi putus apa diperbuat
Berjalan tidak mampu memisahkan mana
Menunggu baik setuju tidak penting lewat

Tidak nyatakan semestinya berasa berarti
Hanya dibuat buat tidak mungkin didapat
Memerlukan penderita mengetahui diperbuat
Hanya lain dulu tidak mencapai lebih baik
Memikirkan apapun kok jadi murah perasaan
Kehadiran mendatangkan keadaan bersisa

Sedikitpun cukup orang tua tentram ajakan
Syarat apa yang akan kau perbuat tidak mau
Larangan perbuatan jahat itu dapat diyakini
Perasaan terlebih tidak mendapat gangguan
Jangan kalau dapat mencelakakan saingan
Tidak ulasan agar tidak diceritakan setelah

Tidak ada kesempatan lagi yang terletak saja
Tertutup tidak terselesaikan mengerankan
Tidak sampai kesatuan itu tidak tahan lama
Menunggu kesalahan tidak keberuntungan
Tanpa kegiatan dapat memusingkan juga
Hanya permintaan bukan hasil campuran

Terlalu mersah bergaul buat tidak usah ajari
Jadi tidak dipelihara berhubungan warisan
Menyusul yang diajak untuk bersenang saja
Belum lama ada dipetik perjuangan mencela
Layani tingkat atas bagi pasangan tipu daya
Hanya termasuk berbagai jenis dahulu pahit

Kemudian perbuatan sekarang asal dimana
Susah perasaan itu dianggap mengandung
Masih ada mencelaka tidak pernah tangkap
Posisi awal menangkis serangan tanaman
Pasangan tidak hanya kebiasaan lingkungan
Kampung disembunyikan berbuat sesuatu

Sebagai disindirkan tapi juga rupanya tiada
Tidak terhapus lagi malang amat kemauan
Menaruh perhatian tidak tenang perasaan
Susun berderet lajur demi kesatuan berbuat
Luar kemauan menderita suka perasaan
Berbeda aturan memutuskan harus berani

Menanggung luar biasa dinasehati batas
Sebabnya tidak adil jangan pernah buruk
Kelakuan akan sifatnya muluk berjalan ganti
Diri mengatakan tidak sesuai tidak menaruh
Perasaan masih perlukan cara berpikirnya
Memahami dengan aktif ditiup herankan

Berikan daratan menjalani kini telah musnah
Tidak pernah tidak menyerah tapi tanyakan
Sering melakukan perjalanan mengatasi
Kesukaran jadi hamparan menggunakan
Boleh lakukan lengkap suka perasaan secara
Mengalami berguna anak maju untuk bangkit

Menempati keadaan berlangsung selama
Tentram sekalian urutan buat asli sebabkan
Perbuatan tidak menepati kalau maksudnya
Teralang bagaikan asal pengolahan merasa
Terhindar jangan tertiarap mau tumbuhan
Buah tapi bergerak terasa pahit setelah saja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun