Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana S.Ds.
Rizal Bagus Permana S.Ds. Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Desain Produk memperlihatkan yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang komposisi pastikan terjadi secara nyata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Syetan Menghancurkan dengan Dosa Sedangkan Mereka Hancur dengan Istighfar

31 Juli 2022   22:20 Diperbarui: 31 Juli 2022   23:11 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menyadari kesendirian akibat kehilangan
Anggapan memahami perasaan kesedihan
Penyakit menyerang dapat mematikan juga
Menceritakan kembali yang telah berlalu
Gelisah jika kehidupan sering dipermainkan
Mungkin sekedar hidup seperti peliharaan

Telah berlalu seluruh rangkaian pengalaman
Selama bertahun meninggalkan kenyamanan
Namun kejadian ledakan mendapat manfaat
Pilihan hanya memilih pendapat lingkungan
Bertahan hubungan perbuatan pertemanan
Jangan merasa penampilan lebih dari segala

Penampilan terkadang bisa dari pemberian
Tujuan pemberian juga mencari keuntungan
Cuman angan menyerahkan dengan tulus
Pembawaan kembali pada diri sendiri saja
Jika dikenal sering jadi kebaikan perbuatan
Penampilan itu mengikuti keadaan nyaman

Kepercayaan tiap pribadi selalu berbeda
Aturan seketika menyesuaikan pertandingan
Bukan membiasakan menjual tanpa barang
Kadang terdapat barang juga salah kiriman
Bukan tindakan pengharapan kepatuhan saja
Jika sering kali melakukan kesalahan sama

Penuh gembira perasaan saat pengobatan
Penyakit menular daerah tanah berair gelap
Kembali ketakutan malam tumpuk menyala
Tempat perhiasan logam penangkap lawan
Cerita isak tangis pemetik buah strowberi
Menjadi pengusaha buah dimasak kental

Hingga sangkar logam makanan permulaan
Jadi kecil kejadian aneh dipersimpangan
Terowongan selalu penghisap kendaraan air
Dari penopang penangkal panas lingkungan Penunggu mata angin jadi kenangan lubang
Sengaja disembunyikan penggulung beroda

Penuh tantangan hiasan kepala bertahtakan
Badan usaha di dataran jalan kecil menyesal
Tercipta belum biasa dirumah mulut pedas
Pasangan kok jadi bencana rumah tangga
Hanya pertengkaran kelompok penunggu
Mata angin berbayang bagian maryam

Pelabuhan tidak berawan sulit memahami
Rancangan memelihara kehidupan pencipta
Alam pria dewasa kok bisa jadi makanan
Kampung jadi lukisan dinding tempat berada
Demi kelompok cara berbuat juara terbang
Tampan berambut tebal dimana pelabuhan

Mengandung panjang umur bagian warisan
Pertama sela pemeriksaan temuan tudung
Kepala penuh belum diketahui tendangan
Kekuatan mata petir setangkai tanaman
Coba bagian beras bertengkar lama berlayar
Tak bertepian pohon lama hidup itu bahaya

Jadi bahan membuat penghulu aktivitas
Tidak dapat dijelaskan secara pengetahuan
Ladang timbul rasa gatal belum diketahui
Kehidupan jahat dapat memabukkan tukang
Batang busuk renyah keliling yang bertekat
Menjadi anak seorang pengobatan pada pria

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun