Kesehatan

Dasar Terapi dan Pengobatan Serta Komplikasi pada Penyakit Hipertensi atau Darah Tinggi

12 Oktober 2018   11:38 Diperbarui: 12 Oktober 2018   11:39 511 0 0

Pada dasarnya pengobatan untuk hipertensi atau darah tinggi terbagi menjadi dua jenis pengobatan yaitu terapi non-farmakologis dan terapi farmakologis. terapi ini bertujuan untuk mengontrol tekanan darah dan untuk mencegah timbulnya komplikasi dari Hipertensi itu sendiri.

Terapi nonfarmakologis adalah terapi yang tidak menggunakan obat-obatan anti hipertensi melainkan dengan memodifikasi gaya hidup lebih sehat. sebaliknya, terapi farmakologis adalah terapi yang didasari dengna penggunaan obat anti hipertensi dari berbagi golongan.

PENGOBATAN

A. Pengobatan Non farmakologis/ modifikasi gaya hidup

Menurunkan berat badan berlebihan atau kegemukan, pembatasan asupan garam kurang atau sama dengan 100 meq/L/hari (24g natrium atau 6g natrium klorida), meningkatkan konsumsi buah dan sayur, menurunkan konsumsi alcohol tidak lebih dari 2 kali minum/hari, meningkatkan aktivitas fisik paling tidak berjalan 30 menit/hari selama 5 hari/minggu serta menghentikan merokok, akan mengurangi risiko kejadian kardiovaskular.

B. Pengobatan Farmakologi

Jenis-jenis obat antihipertensi untuk terapi farmakologis antara lain:

  1. Diuretik, terutama jenis Thiazide (Thiaz) atau Aldosterone Antagonist (Aldo Ant),
  2. Beta Blocker (BB),
  3. Calcium Channel Blocker atau Calcium antagonist (CCB),
  4. Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACEI),
  5. Angiotensin II Receptor Blocker atau AT receptor antagonist/blocker (ARB), dan
  6. Direct renin inhibitor (DRI).

Masing-masing obat antihipertensi mempunyai efekivitas dan keamanan dalam pengobatan hipertensi. Untuk pemilihan obat antihipertensi dipengerahui beberapa faktor yaitu:

  • Faktor sosio ekonomi,
  • Profil faktor resiko lardiovaskular,
  • Ada tidaknya kerusakan organ target,
  • Ada tidaknya penyakit penyerta,
  • Variasi individu dari respon pasien terhadap obat antihipertensi,
  • Kemungkinan adanya interaksi dengan obat yang digunakan pasien untuk penyakit lain, dan
  • Bukti ilmiah kemapuan obat antihipertensi yang akan digunakan dalam menurunkan resiko kardiovaskuker.

C. Pengobatan Pada Kondisi Khusus

Dari beberapa penelitian yang ada, pemberian obat anti hipertensi yang bersifat spesifik, akan memberikan keuntungan pada kondisi tertentu. Karenanya JNC mengrekomendasikan 7 pengobatan awal disesuaikan dengan kelompok indikasi memaksa (Compelling indication) dan keadaan khusus lainnya (special situation).

Dibeberapa penelitan yang ada menujukan bahwa hambatan yang ada pada SRAA dengan ACEI, ARB atau DRI memberikan perbaikan secara klinis pada penderita DM, payah jantung kongestif, storek, penyakit ginjal kronis dan albuminuria. Sedang pemberian BB memperbaiki harapan hidup penderita dengan payah jantung sistolik dan kecederungan terjadi infrak miokard.

Diabetes Mellitus dan hipertensi:

Pemberian obat antihipertensi yang menghabat aktifitas SRAA, seperti ACEI, ARB, dan DRI yang akan memeberikan keuntungan berupa progresifitas penyakit diabetes dan kejadian kardiovaskuler sebagai pilihan pertama pada orang DM. Diajurkan mengkombinasi dua atau tiga macam obat antihipertensi untuk mencapai tekanan 130/80 mmHg sesuai rekomendasi.

Gagal jantung kongestif:

Penyakit jantung hipertensi, yang ditandai dengan kegagalan pada LV filling dan peningkatankekakuan dinding vertikel. Target tekanan darah yang dicapai adalah <140/90 mmHg. pemberian ACEI dan BB akan memperbaiki tekanan darah dan prognosis penderita dengan penurunan fungsi vertikel kiri yang asimtomatik.

Penyakit jantung koroner:

Target tekanan darah yang harus dicapai <140/90 mmHg.pilihan pertama pada penderita hipertensi dengan angina yang stabil adalah BB.pada penderita dengan sindroma coroner akut atau post infrak miokard,segera harus diberikan ACEI, BB dan antagonis aldosterone. Rekomendasi tambahan adalah pengobatan dislipidemia (target LDL<100 mg/dl) dan antiplatelet,dengan aspirin atau dipiridamol.

Hipertofi vertikel kiri:

Rekomendasi untuk keadaan ini adalah pemberian ARB disertai dengan intervensi lainnya seperti penurunan berat badan,olahraga dan pembatasan asupan garam. Target tekanan darah <140/90 mmHg, diharapkan dapat meregresi hipertrofi vertikel kiri.

Stroke:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2