Mohon tunggu...
Riza Hariati
Riza Hariati Mohon Tunggu... Information addict

SAYA GOLPUT!!!! Tulisan yang saya upload akan selalu saya edit ulang atau hapus tergantung mood. Jadi like dan comment at your own risk. You've been warned!

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

"Kota Hantu" di Tiongkok, Bagaimana Kabarnya?

8 Juli 2019   14:31 Diperbarui: 12 Juli 2019   02:30 0 36 18 Mohon Tunggu...
"Kota Hantu" di Tiongkok, Bagaimana Kabarnya?
Greg Baker/AFP/Getty Images             

Kota Hantu ini tidak berkaitan dengan hantu di film horor. Melainkan kota yang karena satu dan lain hal hampir tidak berpenghuni atau bahkan tidak berpenghuni sama sekali. Maaf untuk penggemar film horror yang terlanjur klik.

Lebih dari sekitar sepuluh tahun yang lalu, Tiongkok mulai menciptakan kota-kota modern yang sama sekali baru. Ini awalnya direncanakan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk akibat urbanisasi.

Awalnya mereka hanya membangun beberapa kota modern baru yang ternyata sukses besar. Banyak orang berebut membeli properti sampai ludes seperti kacang goreng.

Kesuksesan ini membuat Tiongkok dengan semangat membuat lagi kota modern baru, tapi masih dengan jumlah terbatas. Juga berhasil. Mulai dari investor kelas ikan teri seperti ibu rumah tangga sampai investor kelas ikan paus berebut untuk membeli properti.

Lalu diputuskan, untuk tidak membuat hanya satu dua kota baru, tapi RATUSAN kota baru. Tidak hanya di Tiongkok, tapi juga di dunia, terutama di Asia dan Afrika.

Kota yang dibangun bukanlah sekadar perumahan kecil-kecilan dengan rukonya, tapi "Mega Metropolitan", dengan ribuan unit perumahan, apartemen, bangunan kantor pencakar langit. Lengkap dengan beberapa supermall yang super luas, taman hiburan, ruko, dan pasar.

Di sekitarnya juga akan dibangun berbagai industri, sehingga penghuni diasumsikan merupakan pegawai dari industri tersebut.

Dalam kota ini sudah diperhitungkan bahwa setiap penghuninya akan menggunakan mobil, karenanya dibangun jalan-jalan yang super lebar, tempat parkir yang luas, dihiasi pepohonan yang rimbun. Dihubungkan dengan infrastruktur jalan toll antar kota, kereta api, bahkan ada yang dibangunkan bandara sekalian.

Karena ini Tiongkok, maka semua harus menyetujui keputusan itu. Lahan-lahan disikat, digilas untuk dijadikan tempat membangun kota baru. Ini dimungkinkan oleh peraturan yang menyatakan bahwa semua tanah di Tiongkok adalah milik pemerintah dan seluruh rakyat hanya mendapatkan hak guna bangunan selama sekitar 70 tahun.

Bagi yang ngotot menolak akan dimatikan semua jalur infrastruktur ke sana. Rumah-rumah akan dimatikan saluran air, listrik, dan jalannya. Rumah-rumah ibadah, taman taman budaya, semua digilas habis. Lahan-lahan sawah akan dimatikan irigasinya. Sungai, danau, gunung, bukit akan diurug dan ditimbun untuk menempatkan kota ini sesuai dengan desain kota baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5