Riza Hariati
Riza Hariati

A Single at Heart Architect who loves writing. NOT looking for husband nor boyfriend. LOVE dogs and cats!

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Konsumen Bank Permata Anda dalam Bahaya

13 Oktober 2017   10:44 Diperbarui: 13 Oktober 2017   14:58 401 3 1
Konsumen Bank Permata Anda dalam Bahaya
Screenshot nomor telemarketing yang sudah masuk daftar reject doc. pribadi

Sebagai konsumen berbagai bank, saya bertahun selalu dikejar-kejar oleh telemarketing. Yang menawarkan berbagai produk, terutama Kredit tanpa agunan dengan begitu agresif. Dua bank yang sangat agresive  adalah bank CIMB dan bank Permata. Khusus untuk bank CIMB, begitu saya menyampaikan keberatan saya, data saya langsung dihapus dan saya tidak pernah ditelfon telemarketing lagi. Jadi CIMB, tergolong bank yang baik. Sedangkan Bank utama saya, yang sering saya gunakan, yaitu BCA, tidak pernah melakukan hal itu sama sekali. 

Sedangkan bank Permata, betapapun saya menyatakan keberatan saya, data saya tidak dihapus. Bahkan saya sudah memblokir puluhan nomor bank Permata, selama bertahun-tahun (gila nggak tuh?), tetap saja saya dikejar-kejar.

Saya berniat menutup saja rekening saya, toh kelebihan bank Permata tidak ada yang terlalu istimewa. Satu-satunya kelebihan permata dibanding bank lain adalah kelebihan tenaga telemarketing. Sayangnya saya takut dipersulit oleh Bank Permata kalau saya tutup tabungan saya.

Sebagai bukti, saya sudah merekam dua pembicaraan telfon saya yang terakhir dengan bank Permata. Saya berbicara dengan telemarketingnya yang bernama 'Ara', yang berjanji untuk menghapus data saya (mereka selalu berjanji). Tetapi, beberapa hari kemudian 'Ara' ini menelfon lagi, dengan nada geli menyatakan akan menghapus data saya (lagi). 

Jadi bagai anda yang sibuk, dan tidak suka diganggu, saya menyarankan, janganlah menggunakan Bank Permata. Anda berada dalam bahaya dilecehkan oleh telemarketer. Dan anda tidak berdaya, karena data anda ada di bank ini. Gunakan bank lain yang benar-benar bermutu, yang menghormati konsumernya. Dan bagi anda yang sudah menjadi consumer bank Permata, waspadalah. Pikirkan bagaimana kemungkinan situasi keuangan suatu Bank yang begitu agresive dalam mencurahkan dana? Kalau saya akan khawatir sekali.

Tapi jika anda laki-laki kesepian, ingin berbincang-bincang dengan gadis-gadis muda. Bank ini cocok sekali untuk anda. Lumayan jadi ada teman ngobrol.

Berikut adalah rekaman pembicaraan saya dengan sang telemarketer yang bernama Ara. Dalam telefon kedua dia berpura-pura tidak pernah menghubungi saya. Padahal dengan jelas dia menyebutkan namanya saat pembicaraan telefon sebelumnya. Semoga semua permainan tidak baik ini dihentikan!


Saya merasa heran, mengapa mudah sekali para telemarketer ini mendapatkan data dari Bank Permata, karena bank itu seharusnya sangat mementingkan kerahasiaan data nasabah. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19/PBI/2000 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank (“PBI 2/19/2000”) dari laman resmiBank Indonesia:“Bank wajib merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanan Nasabah”. Tapi kok ya ini saya malah jadi bulan-bulanan telemarketer.