Mohon tunggu...
Rivana CahyaRamadana
Rivana CahyaRamadana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Akuntansi Syariah

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Menurunkah Eksistensi Pasar Tradisional di Indonesia?

7 Juli 2022   03:00 Diperbarui: 7 Juli 2022   03:09 69 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Tak bisa dipungkiri pasar tradisional kini semakin tersaingi keberadaannya oleh supermarket yang kian merebak di Indonesia. Khususnya di kota-kota besar, hampir terus dijumpai supermarket disetiap jalan yang ada bahkan sudah mulai menyebar hingga ke pelosok jalan sempit sekalipun.

Tak heran banyak supermarket yang menyebar tentunya diikuti juga dengan bertumbuhnya minat masyarakat akan keberadaan pasar modern tersebut. Seperti yang terjadi saat ini, bahkan kalangan menengah kebawah pun sudah banyak yang memilih untuk mencari kebutuhannya di supermarket ketimbang menelusuri pasar tradisional.

Dari data yang dituturkan Sugiyanto selaku direktur eksekutif masyarakat pemantau kebijakan eksekutif dan legislatif DKI Jakarta, pada tahun 1985 jumlah pasar tradisional di Jakarta mencapai 153 pasar, dan jumlah supermarket hanya sekitar 42 buah. 

Kemudian tahun 1995, jumlah supermarket di Jakarta meningkat menjadi 249, kemudian pada tahun 2004 jumlahnya meningkat 100% menjadi 449 supermarket. 

Laju pertumbuhan supermarket di kota-kota besar seperti Jakarta  mencapai 74,8% hal ini berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan pasar tradisional yang hanya 25,17%.

Tentunya terdapat faktor yang menunjang terasingkannya pasar tardisional khususnya di Indonesia, yakni pada sisi kenyamanan, keamanan serta pada sisi harganya. 

Faktor pertama yaitu kenyamanan bertransaksi di supermarket dapat kita jumpai pada kelengkapan isi dan layanan yang disediakan. Tak heran, hampir semua kebutuhan kini dapat kita temui di supermarket. Bahkan layanan pengisian pulsa, kuota, listrik, serta transfer bank sekalipun bisa didapatkan disana. 

Tak hanya itu, kenyamanan yang kita dapatkan juga terletak pada pelayanan yang diberikan supermarket, seperti keramahan pelayannya yang bisa dikatakan jauh berbeda pada penjual di pasar tradisional. 

Tak ketinggalan, kenyamanan tempat yang dapat dirasakan, seperti adanya AC, lantai yang bersih, dan barang-barang yang jarang sekali ditemukan berdebu.

Keamanan yang didapat juga menjadi faktor penting penyebab mundurnya pasar tradisional. Yaitu pada ketersediaan CCTV dan bahkan di beberapa supermarket ada yang menambah satpam di pintu masuk untuk mengecek dan mengontrol pengunjung yang datang. 

Tentu ini jauh berbeda dengan pasar tradisional yang rawan sekali pencopet serta tidak terkontrolnya keamanan pengunjung yang akan masuk ke sana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan