Mohon tunggu...
Rita Mf Jannah
Rita Mf Jannah Mohon Tunggu... Pemikir, Trader, Praktisi Pendidikan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menyuarakan kebenaran berdasar data dan fakta yang sesungguhnya

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Asesmen Nasional bin Asesmen Kompetensi Minimum, Apaan Tuh?

28 Januari 2021   23:19 Diperbarui: 28 Januari 2021   23:32 164 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Asesmen Nasional bin Asesmen Kompetensi Minimum, Apaan Tuh?
Asesmen Nasional 2021 (pic: akm.kemendikbud)

Asesmen Nasional dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah dengan alasan dapat memberikan waktu bagi siswa, guru dan sekolah untuk melakukan perbaikan, sehingga tidak menimbulkan stres bagi orangtua dan anak 

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencana menghapus Ujian Nasional (UN) yang kemudian menggantinya dengan Asesmen Kompetensi atau Asesmen Nasional (AN), yaitu asesmen yang dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan pada semua sekolah, madrasah, serta program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.

Sebetulnya hal tersebut tidak berbeda jauh dengan kurikulum yang selalu berganti jika menteri pendidikannya berganti juga, semacam kebiasaan yang sudah jamak dan dimaklumi bagi pencetus idenya, tinggal guru dan murid yang terbengong-bengong karena menjadi bahan praktek percobaan metode baru. 

Namun biar bagaimanapun, mau tak mau tapi harus mau, karena tujuan utamanya positif, yaitu agar tidak ada dikotomi antara mata pelajaran UN dan mapel non UN, tidak ada mata pelajaran utama dan pelengkap, tidak ada percepatan materi atau bimbingan intensif, demi meningkatkan proses pembelajaran, mengejar ketertinggalan pendidikan tanah air kita yang sangat jauh jika dibandingkan dengan pendidikan negara lain, maka kita harus mulai mengenal asesmen kompetensi minimum ini.

Merdeka belajar dan Asesmen Nasional

Meskipun Mendikbud Nadiem mengatakan bahwa pelaksanaan AKM akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah, yaitu kelas V, kelas VIII, dan kelas XI sebagaimana dikutip dari kompas.com, dengan alasan dapat memberikan waktu bagi siswa, guru dan sekolah untuk melakukan perbaikan, sehingga tidak menimbulkan stres bagi orangtua dan anak karena sifat penilaian formatif, berguna bagi guru, sekolah dan individu siswa untuk memperbaiki diri, toh Jusuf Kalla berpendapat lain, yaitu bahwa jika UN dihapuskan maka pendidikan Indonesia akan kembali seperti sebelum tahun 2003 saat UN belum diberlakukan, membuat siswa lembek.

Seperti apapun kontroversinya AN ini, namun dengan sisi positif melakukannya saat siswa belum mencapai kelas akhir, maka sudah pasti ada perbaikan ke depannya. Tapi karena masih berupa formula baru, tentu saja dalam tahap trial and error alias coba-coba, seandainya tidak ada hasil signifikan maka nasibnya akan sama dengan kurikulum-kurikulum terdahulu, tapi jika berhasil, maka formula ini akan menjadi batu loncatan terbesar untuk mengangkat martabat pendidikan Indonesia di mata dunia.

Hal lain yang menarik di era Mendikbud Nadiem adalah  istilah Merdeka belajar, sebuah kebijakan besar untuk mewujudkan transformasi pengelolaan pendidikan di Indonesia, sebagai penanda perubahan paradigma dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan, dengan tujuan utama mendorong perbaikan mutu pembelajaran serta hasil belajar peserta didik.

Tiga bagian Assesmen Nasional 

Kompetensi atau Asesmen nasional, seperti dikutip dari ditpsd.kemdikbud.go.id, terdiri dari tiga bagian yaitu :

Kompetensi Minimum

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN