Mohon tunggu...
Risqiyatul Hasanah
Risqiyatul Hasanah Mohon Tunggu... Mahasiswi

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Hobi: Membuat Kerajinan atau Keterampilan Dari Bahan Daur Ulang

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Filsafat Pendidikan, Aliran Parennialisme dan Tokoh-tokohnya Beseta Pemikirannya

13 Mei 2020   15:21 Diperbarui: 13 Mei 2020   15:26 10 1 0 Mohon Tunggu...

1. Pengertian Filsafat Parennialisme

Parennialisme berasal dari kata "parenial" yang berarti abadi,kekal dan tanpa akhir. Sedangkan secara umum dapat diartikan sebagai suatu yang aliran atau tradisi yang dipandang sebagai sebuah prinsip-prinsip yang terus mengalir secara abadi disepanjang sejarah manusia. Sedangkan dalam filsafat pendidkan aliran parennialisme dapat diartikan pendidikan merupkan satu proses jalan kemabali untuk mengemabalikan keadaan manusia seperti dahulu lagi. Aliran ini muncul pada abadke 20. Parennialisme muncul karena adanya reaksi dan penentangan terhadap aliran sebelumnya yaitu aliran progresivisme yang lebih menekankan kepada perubahan dan kepada sesutau yang baru. Sedangkan aliran parennialisme sendiri lebih menekankan kepada masa lampau atau masa lalu yang mengangga bahwa pendidikan merupakan sebagai suatu keadaan yang dapat memeberikan pengetahuan tentang suatu nilai kebenaran yang pasti (absolute) dan yang terdapat dalam kebudayaan tersebut.

Aliran parennialisme memepunyai 4 prinsip dalam perkembangan yang secara umum sudah pasti dimiliki oleh setiap manusia :

a. Kebeneran yang bersifat universal maksutnya adalah tidak tergantung kepada tempat dan orang

b. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang melibatkan pencarian pemahaman atas sutau kebenaran

c. Kebenran dapat ditemukan dalam sutu kraya yang agung

d. Pendidikan merupakan sutu kegiatan liberal untuk mengembangkan beberapa nama pandangngan tooh-tokoh parennialisme pendidikan.

2. Tokoh-tokoh Aliran Parennnialisme

a. Robert Maynard Hutchins

Tokoh ini lahir pada tanggal 17 Januari 1899 tepatnya dikota Newyork. Pada tanggal 14 Mei Robert menjadi tokoh filasafat pendidikan tepatnya dikota Calivornia. Robert berprndapat bahwa pendidikan haruslah menumbuhkan rasa kesadaran serta pengembangan yang harmoni. Menurut Robert tujuan pendidikan adalah harus mengembangkan kekuatan pikiran. Robert juga menggambarkan bahwapedidikan yang ideal adalah pendidikan yang mengembangkan daya intelektual. Menurut tokoh ini hakikat manusia adalah rasional dan pengetahuan menduduki kebenaran yang tidak berybah, mutlak dan universal. Tokoh ini juga menekan bahwaa pendidikan harus bersifat universal karena rasionalitaas manusia bersiafat pemanen. Robert juga mempercayai bahwa deangan membaca dan mendiskusikan buku-buku besar dapat berguna dalam mengembangkan intelektual untuk menyiapakan siswa agar berfifkir hati-hati dan berfikir secar kritis.

b. Ortimer Adler

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x