Mohon tunggu...
RISMA
RISMA Mohon Tunggu... Mahasiswa - student islamic philosophy

.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Belenggu

28 Oktober 2021   12:50 Diperbarui: 29 Oktober 2021   07:36 100 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Terlahir sebagai perempuan bukanlah pilihan, tak ada kesepakatan,
Akan tetapi ini adalah ketentuan takdir yang tak bisa di ingkari.
Begitulah tubuhku terlahir sebagai perempuan, terlempar kedalam desa.

Aku tumbuh sebagaimana gadis desa pada umumnya,
Aku terpenjara sebagaimana gadis desa pada umumnya,
Aku di didik sebagaimana gadis desa pada umumnya, dan
Kebebasanku di rebut sebagaimana gadis desa pada umumnya.

Aku di penjara oleh tubuhku sendiri yang di bangun dalam perspektif, lalu di dasarkan pada opini-opini agama, atau juga kedalam alasan-alasan moral.
Tentulah sebagai gadis yang hendak menjaga kesucian dari dosa akan manggut.

Bertahun-tahun lamanya berada dalam buaian semacam ini,
Hidup dalam asuhan tanpa kebebasan.

Namun ini aku mulai berpikir, bukan kah agama menghendaki seorang muslim untuk berilmu? Bukan kah seseorang akan lebih kotor bila membiarkan dirinya dalam kebodohan? Dengan alasan apakah kita akan mengatakan bahwa bertahan menjadi orang bodoh akan lebih bermoral ketimbang melawan untuk belajar?

Kutanyakan ini pada alam semesta, atau juga kepada TUHAN yang terus diam-diam mengintipku dari balik tabir, jawab lah!!

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan