Mohon tunggu...
Risky Aldian
Risky Aldian Mohon Tunggu... Mahasiswa

Ambil waktu untuk merencanakan, tetapi jika tiba waktunya bertindak, berhenti berfikir dan lakukan ,tetap semangat lampaui batas dirimu .

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

(OPINI) Penyebaran Covid-19 di Bulan Ramadhan 2021

5 Mei 2021   01:30 Diperbarui: 5 Mei 2021   13:56 131 1 0 Mohon Tunggu...

Oleh : Risky Aldian - NIM : 20221906

(Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Ponorogo)

Menyambut bulan suci Ramadan 2021 di masa pandemi Covid-19, masyarakat harus mampu menjaga jalannya ibadah puasa ini dengan khusyuk. Selain itu masyarakat juga harus menjaga fisik dan kesehatan, terutama dari pandemi Covid-19. Kita harus berupaya semaksimal mungkin dalam menerapkan prokes 5M tanpa harus mengurangi kekusyhu’an dalam rangkaian ibadah pada bulan suci Ramadan ini. 


Persiapan perihal shalat tarawih, pelaksanaan shalat ied dan mudik, kita harus berupaya semaksimal mungkin melakukan mekanisme yang tepat, dalam menghadapi mobilitas masyarakat yang tinggi. Sehingga penularan Covid-19 dapat terkendali, dan diharapkam tidak ada peningkatan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pandemi membuat sejumlah hal yang umum dilakukan selama bulan Ramadan tidak bisa dilakukan, namun di tahun ini sejumlah perubahan dalam bentuk pelonggaran aturan diberikan. Tentu saja syaratnya tetap sama yaitu penerapan disiplin protokol kesehatan.


Untuk tarawih misalnya, jika ditahun lalu dilarang, tahun ini boleh dilakukan. Dengan begitu mushola  menjadi ramai kembali seperti suasana bulan Ramadan sebelum pandemi Covid-19 ini melanda. Tidak sedikit masyarakat bahkan seluruh umat muslim Sedunia yang kangen dengan suasana bulan Ramadan seperti ini, semaraknya masyarakat melantunkan tadarus disetiap daerah, dan kegiatan lain, umumnya  di Bulan Ramadan. Walaupun tetap ada pengecualian atau batasan aturan, setidaknnya  membuat Ramadan pada tahun ini lebih bermakna.


Mungkin pada tahun ini sejumlah perubahan di Bulan Ramadan dalam bentuk pelonggaran aturan diberikan. Tapi mudik Ramadan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnnya, Pasalnya pemerintah menerapkan kembali  larangan mudik. Hal ini bertujuan  untuk menjaga masyarakat agar terhindar dari potensi penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Larangan mudik ini dikabarkan akan diberlakukan mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Akan tetapi tidak sedikit masyarakat yang kurang setuju dengan kebijakam pemerintah ini, dikarenakan  banyak masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga saat lebaran nanti, beruntung masyarakat yang bisa mudik lebih awal sebelum peraturan larangan mudik diberlakukan, karena masih mempunyai kesempatan untuk bertemu keluarga tercinta di kampung halaman sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa  dan lebaran bersama. Memang sangat disayangkan jika melewatkan momentum indah yang hanya terjadi selama setahun sekali ini, Apalagi bareng keluarga tercinta, akan tetapi kita tidak boleh egois kita juga harus memikirkan efeknya, toh ini semua pemerintah lakukan untuk keselamatan masyarakat bersama.


Dalam suasana Ramadan ini kita mesti saling mengingatkan kembali bahwa bencana pandemi covid-19 ini bukan hanya suatu fenomena yang bisa diuraikan secara rasional , namun jauh lebih daripada itu. Covid-19 ini mungkin saja memiliki tujuan untuk memberikan peringatan kepada manusia, agar kita semua sadar atas apa yang telah kita perbuat terhadap semesta selama ini. Walaupun ada batasan aturan, tidak ada hal yang berkurang didalam pelaksanaan ibadah. Ibadah dan amalan pada bulan Ramadan tetap dilaksanakan seperti biasanya tapi dengan aturan yang telah ditetapkan. Maka dari itu mari sama-sama tingkatkan kesadaran untuk peduli terhadap pencegahan, dan penangan virus tersebut untuk memutus mata rantai penyebarannya. Agar wabah pandemi ini segara berakhir.

VIDEO PILIHAN