Mohon tunggu...
Risda Dwi Maydiva
Risda Dwi Maydiva Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Mahasiswa 22

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tragedi Kala Temaram

25 November 2022   23:00 Diperbarui: 25 November 2022   23:08 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Disebuah pedalaman hutan terdapat desa yang hanya ada beberapa penduduk didalamnya. Meski begitu tak jarang pula beberapa anak bermain lari–larian atau sekedar menggembala domba di sekitar.

 Akan tetapi terdapat seorang bocah yang tengah sendu menatap luar jendela. Dia Ali. Ia tengah bosan. Sehari–harinya ia hanya menatap anak seumurannya bermain.

 Sebenarnya ia sangat ingin turut bermain, tapi semua anak itu menghindarinya. Ali membawa mala petaka katanya, dikarenakan bocah itu mampu melihat makhluk halus dan bercengkrama dengan mereka.

Ada suatu hari Ali diberitahukan oleh teman ghaibnya jika pak hasan yang merupakan orang paling kaya di desa, akan meninggal jika beliau nekat berangkat ke sungai hari ini. Ali yang mendengar hal tersebut langsung bergegas menghampiri beliau untuk memberitahukan hal tersebut. Namun pak hasan hanya tertawa mendengarnya, beliau bersikukuh menuju sungai setelah berpamitan dengan keluarganya. 

Sorenya, hujan angin mengguyur desa. Hingga matahari terbit keesokan harinya, pak Hasan masih belum menampakkan tulang hidungnya, hingga dikabarkan beliau telah meninggal tertimpa pohon tua saat  kembali ketika hujan angin terjadi. 

Akan tetapi anehnya banyak luka sayatan ditubuh beliau. Kepala desa mengatakan jika bisa jadi itu luka ketika beliau berusaha melepaskan diri dan setiap orang mempercayainya. Sejak itu, setiap orang menghindari Ali. Dan Ali selalui mengabaikan  teman ghaibnya.

Ali yang jenuh akhirnya memutuskan menuju sungai untuk bermain air akan beruntung pula jika mendapatkan ikan. Meski sendiri Ali selalu menikmati harinya, dikarenakan ia sangat gemar bermain dengan dunianya sendiri. Dalam perjalanan Ali bertemu wanita tua, rambutnya hitam memanjang begitupula kukunya. Ali yakin beliau makhluk penunggu hutan. 

Ali mencari jalan lain menghindari wania itu akan tetapi makhluk itu tetap mengejarnya. Bocah itu kelelahan. Lalu menghampirinya, sepertinya wanita itu hendak menyampaikan Sesuatu padanya. Saat ditanya, wanita itu hanya menunjuk kearah barat. Ali mengikuti arah itu dan melihat pak kades tengah menuju desa berlumuran darah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun