Mohon tunggu...
Risda Putri Indriani
Risda Putri Indriani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hai! Panggil saya Risda !

Islam - Biologi - Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Antara Covid-19 dan Vaksin

29 September 2021   06:00 Diperbarui: 29 September 2021   06:02 33 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Antara Covid-19 dan Vaksin
Pxhere/Ali Raza

Serba-serbi vaksin memang sudah banyak diperdebatkan. Sejak awal kemunculan COVID-19, vaksin sudah diperbincangkan sebagai salah satu jalan keluar dari pandemic. Banyak yang meragukan efektivitas vaksin, karena dulu pembuatan vaksin membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum digunakan secara massal. Namun, sekarang kurang dari 2 tahun vaksin sudah tersedia karena adanya teknologi yang semakin maju.

Vaksin memang bukan obat, namun sebagai langkah mencegah penyakit. Vaksin berisi bagian kecil dari Virus yang dilemahkan / dimatikan. Sehingga ketika vaksin dimasukkan kedalam tubuh, tubuh akan merespon virus tersebut dengan membuat antibody. 

Maka dari itu, setelah divaksin beberapa orang mengalami dampak vaksin seperti demam, mengantuk dan lainnya. Namun karena vaksin mengandung virus yang dilemahkan, sehingga tubuh masih mampu menghadapi virus tersebut. Sehingga ketika telah di vaksin, tubuh kita sudah menyimpan informasi mengenai virus tersebut dan sudah menyiapkan antibodinya. Jadi, ketika tubuh kita terinfeksi COVID-19 maka tubuh kita akan lebih siap menghadapi virus tersebut.

Syarat orang yang divaksin harus dalam keadaan yang sehat. Seseorang yang memiliki penyakit bawaan, boleh mendapatkan vaksinasi jika penyakit bawaan itu sedang terkendali. Misalnya, seseorang yang memiliki hipertensi, maka ketika di vaksin, tensi orang tersebut harus normal untuk dilaksanakan vaksinasi.

Vaksinasi itu aman. Karena untuk bisa digunakan secara massal, vaksin harus dilakukan penelitian skala kecil hingga skala besar. Sehingga dampak penggunaannya sudah bisa di prediksi terlebih dahulu. Selain itu, sebelum digunakan di Indonesia, vaksin harus lulus BPOM dan halal MUI. Sehingga dengan serangkaian tes tersebut, vaksin bisa dipastikan mempunyai tingkat keamanan yang tinggi.

Merk vaksin ada bermacam-macam seperti sinovac, astrazeneca, moderna, pfizer, dan vaksin baru yang mungkin akan digunakan di Indonesia. Keunggulan dan kekurangan tiap merk vaksin berbeda-beda. Namun, menggunakan yang manapun itu bisa membantu tubuh kita untuk menghadapi virus COVID-19. Selain itu, seseorang yang telah di vaksin akan meminimalkan resiko infeksi akibat terpapar Virus COVID-19.

Virus COVID-19 terus bermutasi sehingga menimbulkan banyak varian baru. Kekhawatiran akan keefektivitasan vaksin tentunya dipertanyakan pada varian baru. Namun, tidak perlu khawatir, karena ada tidaknya varian baru, setidaknya tubuh orang yang sudah di vaksinasi memiliki tentara yang sudah siap menghadapi corona. 

Jadi, kerusakan akibat varian baru pun bisa diminimalkan dibandingkan dengan orang yang belum di vaksinasi sama sekali. Jika banyak orang sudah divaksinasi, maka kita akan semakin cepat untuk keluar di masa pandemi ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan