Mohon tunggu...
Risadwipitasari
Risadwipitasari Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa

There are a lot of little reason why big things in our lives happen

Selanjutnya

Tutup

Money

CEPA, Peluang atau Tantangan bagi Indonesia?

1 Maret 2018   12:52 Diperbarui: 1 Maret 2018   13:04 666
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
investasiinfrastruktur.net

Indonesia memiliki sejumlah kawasan hutan tertua didunia yang merupakan habitat bagi satwa-satwa unik dan langka. Di wilayah Indonesia kira-kira 181,2 juta ha tersebar lebih dari 17.000 kepulauan. Sekitar 70% atau 133,6 juta ha dari luas daratan Indonesia adalah hutan. Indonesia mengekspor bermacam-macam hasil hutan ke wilayah Uni Eropa seperti: Jerman, Inggris, Belanda, Belgia, Prancis, Spanyol dan Italia.

Uni Eropa merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia dengan total ekspor 16,1 % atau setara dengan US$ 14 milyar. Sementara dalam hal impor, Uni Eropa merupakan sumber impor keempat Indonesia dengan nilai sebesar 12,7% atau sebesar US$ 7 milyar.  Sebagai intisari hubungan ini adalah kepentingan komersial yang besar. Peluang tersebut yang menjadikan kerja sama internasional antara keduanya bisa terbangun.

Saat ini kerja sama internasional telah menjadi hal yang umum dalam hubungan internasional. Kerja sama internasional menjadi sebuah jalan bagi para aktor untuk melakukan 'hubungan' pemenuhan kepentingan yang diinginkan oleh aktor tersebut. Salah satunya adalah negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional.

Yang menjalankan kerja sama negara dengan Negara, dan negara dengan lebih dari 2 negara. Kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa telah berlangsung sejak lama. Kerja sama tersebut dipengaruhi oleh hubungan antara Uni Eropa dengan ASEAN. Keterlibatan Indonesia dalam kerja sama Uni Eropa dan ASEAN  telah berjalan  kurang lebih 30 tahun yang lalu.

Hal ini terlihat dalam keikutsertaan penandataganan yang mencakup bidang perdagangan, kerja sama ekonomi, dan pembangunan sebagai dasar untuk dialog kelembagaan. Hubungan kerja sama Indonesia dan Uni eropa masih terus berlangsung bahkan meningkat. Akan tetapi, perkembangan hubungan Indonesia dan Uni Eropa tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang terjadi di masing-masing pihak.

Uni Eropa merupakan salah satu kekuatan perdagangan utama di dunia dengan komitmen multilateral yang kuat. Sementara itu, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu mitra penting bagi Uni Eropa baik dalam perdagangan maupun investasi dan yang lebih lanjutnya hubungan baik tersebut dilanjutkan melalui CEPA.

Comprehensive Economic and Partnership Agreement (CEPA) merupakan perjanjian yang dibuat antara Indonesia dengan Uni Eropa. Peluncuran CEPA merupakan tindak lanjut dari kesepakatan scoping paper antara kedua belah pihak. Kesepakatan itu terjadi saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Brussel, Belgia, pada 21 April 2016.

Perundingan CEPA ini akan menempatkan Indonesia pada posisi lebih baik dalam rantai pasokan global karena perekonomian kedua pihak bersifat komplementer. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Uni Eropa  dan Indonesia akan meningkatkan hubungan ekonomi serta memberikan manfaat antara kedua perekonomian negara tersebut. 

CEPA akan memberikan akses kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk masuk ke pasar Indonesia khususnya ke berbagai sektor jasa. CEPA juga akan memberi peluang bagi perusahaan-perusahaan Uni Eropa untuk menggunakan sumber daya Indonesia sebagai alat untuk investasi dan melaksanakan kegiatan ekonomi di masa mendatang. Selain itu, manfaat dari perjanjian tersebut untuk perekonomian Indonesia akan jauh lebih besar.

Akan tetapi, dampak yang tidak bersifat langsung dan kurang terlihat jelas mungkin timbul dalam bentuk lain. Dengan mengurangi hambatan perdagangan terhadap produk yang diimpor dari Uni Eropa, produsen Indonesia dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan ketersediaan dan penurunan biaya input serta barang modal bermutu tinggi.

Hal tersebut yang kemudian akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kinerja industri, dan pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Keuntungan tersebut dapat dikatakan cukup besar mengingat bahwa perekonomian dari Indonesia dan Uni Eropa berada pada tingkat perkembangan ekonomi yang berbeda. Dengan demikian dipastikan alih-alih persaingan antara perekonomian dua belah pihak akan mencapai komplementarisasi yang besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun