Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Akuntan - Karyawan Swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Danau Nurani di Saat Hening

1 November 2022   14:09 Diperbarui: 1 November 2022   14:19 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.istockphoto.com/

jangan pandangi bulan,
tak juga perlu menatap awan
pejamkan saja mata
dan dengarkan alam bicara

atau, pernahkah menulikan diri?
hingga tak terdengar merdu burung bernyanyi?
sekedar meluaskan pandang
pada semesta raya nan terkembang?

sebab mata dan telinga
terkadang dikuasai pola, tak sungguh nyata
maka tutup satu atau dua-duanya
dan biarkan kesejatian bekerja

jujur melarung warna
di danau nurani bening
hingga putihlah jiwa
di setiap tunduk di saat hening

dan pada laut teduh tanpa gelombang
di murni embun dan angin tenang
kita menemukan sejatinya indah keabadian
pada hati penuh syukur, berbalut keikhlasan

Jakarta, 1 November 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun