Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Sekadar Tunduk dalam Syukur

15 Desember 2019   05:40 Diperbarui: 15 Desember 2019   22:14 196 12 2 Mohon Tunggu...
Sekadar Tunduk dalam Syukur
http://virginiahuguenot.blogspot.com

Ada saat kepala tegak, atau pongah menengadah, memicingkan sebelah mata, menaikkan sudut bibir sebelah atau menebar derma dengan harapan warta.

Semu, kosmetika murah, penambal wajah yang berlobangkan ngarai-ngarai riya.

Ada pula saat menjaga marwah, berlagak pemilik dunia, mencoba melukiskan deretan bunyi terindah bagi sang pemilik telinga. Untuk apa? Untuk siapa? Sekedar upacara yang ujungnya adalah babak-babak dalam drama.

Aku ingin belajar pada ketenangan permukaan danau, yang tak pernah menunjukkan kedalamannya. Juga pada amarah gunung api yang menyuburkan lapisan-lapisan tanah.

Aku ingin menempuh jalan-jalan yang ditempuh sang udara, yang tak tampak namun menghidupkan. Atau pada tulus mentari, tak peduli pada hujat di kemarau dan puja-puji saat penghujan tiba. Lurus, terus dan istiqamah.

Tapi dari itu semua, aku ingin sekedar mampu untuk tunduk dalam syukur, secara sederhana, secara apa adanya.

Pamulang, 15 Desember 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x