Mohon tunggu...
Rio Redondo
Rio Redondo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Andal

Mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo Semarang. Semoga bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Haruskah Menyimpan Tulisan Kita yang Jelek?

28 November 2022   16:32 Diperbarui: 28 November 2022   16:33 178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Writer | learnworks.com

Tulisan yang dibuat saat kita kecil, saat baru belajar menulis pastinya berbeda dengan tulisan kita yang sekarang ini. Semakin bertumbuhnya manusia semakin banyak juga pengetahuan yang didapatnya. Begitu juga dengan pengetahuan tentang menulis dan menyusun sebuah kata menjadi kalimat dan menyusun kalimat menjadi paragraf.

Saat memulai hal baru seperti menulis misalnya, kita tidak mungkin langsung bisa menulis dengan baik, pasti melalaui sebuah tahapan yang harus dilalui agar dapat menulis dengan baik seperti, belajar ejaan, arti sebuah kata, tanda baca, jika kita menulis dengan pensil maka belajar cara memegangnya bagaimana, dan lain sebagainnya.

Saat berbicara tentang kualitas tulisan mungkin kita dapat mengategorikan tulisan tersebut baik atau kurang baik (jelek). Walaupun hakikat kualitas sebuah tulisan itu relatif, tergantung standar apa yang digunakan dalam sebuah penilaian. 

Setiap penulis pasti mempunyai standar tersendiri untuk menilai sebuah tulisannya. Salah satunya dengan pembandingan antara tulisan satu dengan tulisan lain. Lalu seberapa penting menyimpan tulisan kita yang jelek atau kurang bagus? Haruskah disimpan tulisan yang jelek?

Sebelum kita membuat sesuatu yang bagus pasti terlebih dahulu membuat sesuatu yang kurang bagus, dari sesuatu yang kurang bagus itu kita belajar dan berproses, bagaimana cara membuat sesuatu itu menjadi lebih bagus. Saat sedang berproses tentu terdapat sebuah tantangan yang tidak bisa dihindari. 

Jika kita telaah  bersama, tulisan jelek yang pernah kita buat mempunyai manfaat yang hebat yang tidak kita sadari. Dari tulisan jelek yang pernah dibuat, kita bisa belajar menganalisis kesalahan tulisan, baik dalam hal gagasan, diksi, kaidah bahasa yang baik dan benar, kemudian melakukan perbaikan secara terus menerus. Hingga tulisan tersebut layak dianggap bagus. Kemudian siap dipublikasikan.

Menyimpan tulisan kurang bagus yang kita buat sendiri juga dapat diabadikan menjadi sebuah nilai historis, dan jika dilihiat dapat mengulang sebuah memori waktu pertama menulis. Juga dapat diceritakan kepada orang-orang terdekat.

Bagi para penulis yang masih belajar seperti saya jangan takut untuk menulis dan menerima kritik bahwa tulisan kita jelek. Tetap simpan tulisan jelek itu dan terus memperbaikinya. Lakukan berulang-ulang, jangan mudah putus asa. Hasilkan karya sebanyak mungkin.

Entah itu tulisan puisi, cerpen, artikel, esai, pantun, atau apapun itu. Jangan sampai berpikir tulisan yang kita buat itu tidak bermanfaat. Jika menulis dengan niat yang baik maka insyaallah hal tersebut akan bermanfaat entah itu sekarang, besok, atau beberapa waktu yang akan datang.

Menulislah dan jangan takut tidak memiliki pembaca, setiap tulisan pasti memiliki minat pembacanya tersendiri. Jangan lupa juga untuk terus belajar, membaca, mengamati, dan yang paling penting berbuat hal baik. Semoga bermanfaat. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun