Mohon tunggu...
Rio Aditya Ermindo
Rio Aditya Ermindo Mohon Tunggu... Sharing is caring

Blog : Sahabatkeluarga.online. CP/Instagram : 0851.5539.9703/@rioadityae

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Mengubah Financial Habits

23 Juli 2020   11:45 Diperbarui: 23 Juli 2020   12:07 92 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengubah Financial Habits
Image : unsplash.com @arturorey

Setiap yang kita lakukan sehari hari tidak terasa sudah menjadi habits/kebiasaan kita. Baik kebiasaan dalam bersosial hingga kebiasaan dalam melakukan pengeluran financial.

Habits yang sudah tertanam di dalam diri kita tidak dapat dihapus begitu saja, harus ada upaya dan waktu unuk kita dapat merubah habits tersebut. Habits yang kita lakukan selain aspek tekhnis ada faktor lain yang mendorong kita, yaitu faktor emosional.

Pada dasarnya emosional/rasa bukanlah hal yang buruk. Karena sudah menjadi kodrat manusia untuk menggunakan rasa/emosinya dalam setiap aspek kehidupan. Jika kita sadari, segala sesuatu yang kita lakukan tidak lepas dari rasa/emosi kita, baik dalam memilih pasangan hingga memilih hal ringan seperti pakaian. 

Jika anda membeli barang, karena suatu pencapaian yang baru anda dapat dan barang tersebut memiliki manfaat kedepan untuk anda. Atau anda membeli barang "mahal" tetapi menurut pertimbangan anda memiliki manfaat dan kualitas yang lebih baik.

Maka pengeluaran emosional yang anda lakukan masih dalam tahap wajar, karena anda masih melakukan pertimbangan dan barang yang ada beli berpotensi menjadi media investasi dan potensi penghematan kedepan bagi anda.  

Menyadari bahwa pengeluaran emosional, adalah kodrat manusia. Tetapi dengan mengabaikan dan tidak melakukan evaluasi adalah hal yang tidak bijak dilakukan.

Banyak kasus pengeluaran emosional, jika dilihat bukan jumlah yang besar. Masalah baru muncul karena pengeluaran emosional biasanya sudah menjadi habits, dan terjadi berulang.

Ciri yang paling mencolok adalah anda menjadi orang yang secara compulsif membeli barang baru, yang anda tidak tahu kegunaannya, dan anda memiliki barang yang anda belum pernah pakai sama sekali, atau anda memiliki barang yang anda sembunyikan pembeliannya dari pasangan atau orang tua anda.

Anda juga memilki tagihan hutang yang membengkak, tagihan yang membengkak timbul dari kebiasaan anda untuk membeli barang yang tidak anda perhitungkan manfaat kedepannya sehingga pengeluaran tersebut menjadi beban dikemudian hari.

Karena hutang, apapun itu harus anda gunakan ke dalam product yang anda butuhkan,  bukan untuk membeli barang yang anda bahkan tidak tahu kegunaannya untuk apa.  

Image : unsplash.com @evphotocinema
Image : unsplash.com @evphotocinema

Selain diri kita sendiri, mana mungkin ada orang yang lebih mengetahui dan memahami diri kita. Hidup manusia itu seperi dipersimpangan halte bus. Kita menyapa dan bertukar pendapat, tetapi kita memilih "bus" kita masing masing --- RMND

Jika anda menghabiskan Rp 25.000 sehari untuk pengeluaran emosional anda, coba anda bayangkan manfaat lain yang bisa diperoleh dari penghematan pengeluaran emosional yang anda lakukan. Dengan Rp 25.000 sehari maka akan setara Rp 9.000.000, setahun.

Tentu anda yang lebih mengetahui, jenis pengeluaran emosional apa yang ada lakukan. Dengan melakukan penghematan, anda dapat memperhitungkan kebutuhan lain apa yang anda dapat penuhi, dan potensi masalah apa yang dapat dihindari.

Untuk dapat mengatasi kebiasaan/habits pengeluaran emosional yang tidak bertanggug jawab, dapat dilakukan dengan cara :

Pertama, sadarkan diri anda terlebih dahulu bahwa kebahagiaan yang muncul dari pengeluaran emosional yang tidak bertanggung jawab, tidak akan berlangsung lama. Pengeluran emosional yang tidak bertanggung jawab akan memberikan beban kepada anda dimasa yang akan datang.

Selanjutnya adalah dengan melakukan budgeting, dan dibarengi dengan rasa bertanggung jawab untuk dapat konsistent  menjalani budgeting yang telah kita buat. Untuk dapat memudahkan budgering, kita dapat menggunakan aplikasi mobile pencatat pengeluran bulanan di mobile.

Gunakan cash untuk dana diluar pos prioritas pengeluaran anda, maka dengan menggunakan uang cash anda akan memilki rasa memilki. Hal ini menjaga anda dari pengeluaran yang tidak diperlukan.

Kegagalan hanya terjadi jika kita menyerah ---Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie 

Terakhir, tanamkan di diri anda bahwa segala sesuatu butuh proses. Apabila anda sudah mengidentifikasikan pengeluaran emosional anda, akan tetapi mengalami kebuntuan dalam melakukan perbaikan habits/kebiasaan tersebut.

Maka lakukan penyesuain ulang, dan yakinlah anda dapat mengubah kebiasaan pengeluaran yang tidak bertanggung jawab tersebut. 

VIDEO PILIHAN