Mohon tunggu...
Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Mohon Tunggu... Guru - Guru Matematika

Pengalaman mengajar mengajarkanku bahwa aku adalah murid yang masih harus banyak belajar

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Menyederhanakan Pemilu Serentak "Pencabut Nyawa"

1 Mei 2019   17:46 Diperbarui: 1 Mei 2019   17:54 142
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Dalam keterangannya kepada awak media, Sekjen KPU Arif Rahman mengatakan bahwa update data per 30 April 2019 hingga pukul 15.00 WIB, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sudah mencapai 331 orang, sakit sebanyak 2.232 orang, sehingga total petugas KPPS yang meninggal dan sakit menjadi 2.563 orang (detik.com 30/4/2019).

Pemilu serentak perdana yang menyatukan pemungutan dan penghitungan 5 macam surat suara untuk memilih DPR, DPD, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota) dan Presiden/Wakil Presiden, sebelumnya digadang-gadang akan menjadi Pemilu terbaik dari segi efisiensi dan efektifitas.

Tetapi kenyataannya Pemilu serentak tersebut telah berubah menjadi Pemilu terparah sepanjang sejarah pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia dari segi banyaknya petugas KPPS yang sakit dan meninggal dalam menjalankan tugasnya akibat kelelahan.

Pemilu Paling Rumit di Dunia

Seperti dikatakan banyak pengamat bahwa Pemilu di Indonesia adalah pemilu yang paling rumit di dunia karena skalanya yang sangat besar dan semua proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan hanya dalam satu hari saja.

Data KPU menyebutkan, Pemilu serentak 2019 dilakukan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan, 83.404 desa/kelurahan dan  130 perwakilan RI di seluruh dunia. 

Semua daerah tersebut kemudian dibagi menjadi 810.280 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang terdiri dari 809.497 TPS di Indonesia, 783 TPS di luar negeri ditambah 2.345Kotak Suara Keliling (KSK) dan memfasilitasi 429 kantor pos bagi pemilih yang menggunakan hak suaranya melalui surat atau pos.

Pemilu serentak 2019 diikuti 16 partai politik nasional dan 4 partai politik lokal khusus untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Adapun alokasi kursi yang diperebutkan adalah: 575 kursi untuk DPRRI, 2.207 kursi untuk DPRD Provinsi, 17.610 kursi untuk DPRD Kabupaten/Kota, 136 kursi untuk DPDRI dan 2 kursi Presiden/Wakil Presiden, yang diperebutkan lebih dari 245.000 calon legislatif dan DPD.

Akibat Banyaknya Anggota KPPS yang Sakit dan Meninggal, Apakah Pemilu Serentak 2019 Sebaiknya dihentikan?

Tidak perlu buru-buru mengambil keputusan emosional untuk menghentikan pemilu serentak untuk periode berikutnya yang akan dilaksanakan 5 tahun lagi. Bagaimana pun dari segi biaya terutama dalam ongkos distribusi logistik, pemilu serentak 2019 pasti lebih murah karena dilakukan hanya 1 kali saja.

Yang perlu dilakukan adalah evaluasi menyeluruh mengenai proses pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019, dimana titik kelemahannya dan terutama bagaimana cara menyederhanakan pemilu terumit di dunia ini agar lebih elegan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun