Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

"Agama tidak lebih besar dari Tuhan, manusia boleh salah tetapi Tuhan tidak"

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Fiksi DNA Prabowo dan Arnold Schwarzenegger dalam Film "Twins"

12 April 2019   01:21 Diperbarui: 12 April 2019   03:40 44 1 1
Fiksi DNA Prabowo dan Arnold Schwarzenegger dalam Film "Twins"
Dok : Wikipedia.org

Julius Benedict (Danny DaVito) and Vincent Benedict (Arnold Schwarzenegger) are twins, the result of a secret experiment carried out at a genetics laboratory to combine the DNA of six fathers to produce the perfect child. To the surprise of the scientists, the embryo split and twins were born... (Wikipedia.org)

Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais kembali membuat fiksi versi "Profesor" Rocky Gerung yaitu: mengaktifkan imajinasi agar berpikir lebih dari kenyataan.

Mungkin Amien Rais sedang mencoba mengaktifkan imajinasi "liar"nya, agar semangatnya yang sudah kendor seiring usia, kembali bangkit. Dan tujuannya tak lain-tak bukan agar ambisinya untuk berkuasa dapat bereinkarnasi dalam diri Prabowo.

Saat berorasi dalam kampanye akbar Prabowo di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019), Amien Rais menyebutkan bahwa DNA tiga tokoh bangsa: Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo ada di dalam diri Prabowo.

"Prabowo mengambil 3 DNA yang hebat-hebat. DNA Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo. Tiga DNA 'bung' ini ada dalam diri Pak Prabowo," ujar. Oleh karena itu Amien Rais meminta massa berjuang dan berdo agar Prabowo menang pada Pilpres 2019. (Detik.com, 10/4/2019).

Mendengar celotehan Amien Rais tersebut mengingatkan saya kepada tokoh utama dalam film Twins, Arnold Schwarzenegger (Vincent Benedict) dan  Danny DeVito (Julius Benedict). 

Apa yang dikatakan Amien Rais tentang DNA Prabowo yang berasal dari DNA tiga tokoh bangsa, sepenuhnya adalah fiksi yang fiktif yang memiliki arti kebohongan dan kacau menurut definisi "Profesor" Rocky Gerung.

Dalam film Twins diceritakan, si kembar Benedict merupakan hasil dari percobaan rahasia dalam sebuah laboratorium genetika yang menggabungkan DNA dari 6 ayah yang (hebat) untuk menghasilkan anak yang sempurna (perfect child)

Dan yang mengejutkan para peneliti adalah ketika kemudian embrio membelah menghasilkan dua anak kembar yang berbeda tidak hanya karakternya saja tetapi rupa dan fisiknya juga ibarat bumi dan langit.

Dan selanjutnya yang terjadi dalam film tersebut adalah hal-hal konyol dan lucu. Karena film itu sendiri memang dibuat dalam genre komedi untuk menghibur pecinta layar lebar Hollywood.

Anggaplah Amien Rais sedang berimajinasi fiktif versi Rocky Gerung, yaitu mengkhayaljan kebohongan yang kacau. Karena secara biologis jelas tidak mungkin DNA 3 tokoh bangsa: Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo terdapat dalam diri Prabowo.

Tetapi jika khayalan seperti itu menurut Amien Rais bukan dosa, masalah adalah jika dalam proses penggabungan ke-3 DNA tersebut terjadi penyimpangan genetika seperti dalam film Twins, apakah akan menghasilkan seorang karakter yang tempramen, suka marah-marah, memukul-mukul meja dan fodium?

Jelas saya tidak setuju menyangkut-pautkan DNA 3 tokoh besar bangsa dalam diri Prabowo. Karena itu adalah fiksi sekaligus fiktif. Itu terlalu berlebihan dan tidak menghormati Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo sekaligus Bung Prabowo.

Tetapi jika Amien Rais menyebut bahwa DNA Soemitro Djojohadikoesoemo dan Margono Djojohadikoesoemo ada dalam diri Prabowo, nah yang itu saya setuju. Karena mereka adalah ayah dan kakek biologis Prabowo.

(RS/dari berbagai sumber)