Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

Rintar Sipahutar, S.Pd, Guru Matematika di SMP Negeri 1 Lingga Utara, Kepulauan Riau "Tidak mengkultuskan dan mendiskreditkan seseorang. Untuk Indonesia yang lebih baik, pilihlah pemimpin yang terbaik dari yang terbaik tanpa harus menjelek-jelekkan yang lain"

Selanjutnya

Tutup

Humor

"Cleaning Service" dan Penjaga Kamar Mayat

17 Mei 2018   20:55 Diperbarui: 18 Mei 2018   00:13 949 0 0
"Cleaning Service" dan Penjaga Kamar Mayat
Sumber: www.mikisew.org

Poltak yang baru seminggu bekerja sebagai cleaning service di sebuah rumah sakit swasta, berkeluh kesah kepada Nai Malvinas temannya, bahwa dia sudah bosan dengan pekerjaannya yang tiap hari hanya menyapu, mengepel lantai dan dan membersihkan kamar mandi.

Poltak merasa iri dengan dokter yang kerjanya hanya memeriksa dan menyuntik pasien tetapi mendapatkan banyak duit. Apalagi pas dokter memeriksa pasien perempuan yang cantik, putih, bening, bohay dan indelahoi, ingin rasanya Poltak berteriak kepada dokter:

"Dok..., gantian! Biar yang itu urusan ane. Ane yang periksa dan yang nyuntik, dokter ngepel lantai dan pegang sapu saja dulu", jerit batinnya. 

Tetapi kata-kata itu tidak pernah keluar, selalu tertahan di kerongkongannya yang kering. Dan Poltak juga sadar, kalau kata-kata itu sampai terucap, Poltak sudah pasti dikeluarkan dari rumah sakit tersebut alias dipecat maksudnya, hehehe...

"Dunia ini tidak adil. Saya yang capek-capek, dokter pula yang enak-enak. Eh... giliran terima gaji, gaji saya pula yang paling kecil", kata Poltak sambil meneteskan air mata menuntut keadilan.

Mendengar keluhan tersebut, Nai Malvinas memberikan petuah bijak kepada Poltak: "Kau sabar saja dulu, nanti lama-kelamaan kalau kau rajin, suatu saat kau bisa diangkat jadi dokter nanti kau", kata Nai Malvinas menyabarkan tanpa merasa berdosa.

Mendengar nasihat tersebut Poltak pun berubah 180 derajat. Dia menjadi karyawan yang sangat rajin dan beberapa kali mendapat predikat sebagai karyawan paling bersemangat, walaupun hanya dihadiahi selembar kertas piagam tanpa tambahan duit sepeserpun.

Suatu kali Sabar, karyawan bagian kamar mayat yang sudah mulai jenuh dengan pekerjaannya bertanya kepada Poltak: "Eh, Lae. Rajin kali kau kulihat. Bersemangat kali kau kerja, rahasianya apa, Lae?"

Dengan semangat 45 Poltak menjawab: "Oh tentu, aku harus rajinlah. Kata Nai Malvinas, kalau aku rajin dan tekun bekerja, Lama-kelamaan, aku nanti bisa diangkat jadi dokter", kata Poltak menjelaskan. "Tetapi apa mungkin, ya?" Tanya Poltak ragu.

"Oh...., itu rahasianya. Betul...itu. Rajin-rajin sajalah kau. Sabar dan tekun berdoa. Teman saya penjaga kamar mayat juga, karena dia rajin dan tekun bekerja selama puluhan tahun, eh.. dia sudah jadi mayat sekarang. Asal tekun dan sabar saja. Itu dia lagi diangkat ke ambulans mau dikubur, hahahaha...", jawab Sabar meledek.

Mendengar itu, Poltak langsung pingsan dan menjadi mayat seketika.

(RS)