Mohon tunggu...
Rinny Baki
Rinny Baki Mohon Tunggu... Guru - Diego Mom's

"Kejayaan kita bukan karena tidak pernah jatuh, tetapi berani bangkit di kala jatuh"

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pentingkah Menulis bagi Seorang Pendidik? Bimtek Penulisan Karya Tulis Ilmiah Guru SD dan SMP Kabupaten Belu

27 September 2022   22:47 Diperbarui: 27 September 2022   22:52 605
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Atambua, Bimtek Penulisan Karya Tulis Ilmiah. com.

Salah satu indikator bangsa yang cerdas dapat dilihat dari tingkat budaya membaca dan menulis. Indikator tersebut tepat, mengingat dengan membaca manusia belajar dari masa lalu. Serta dengan menulis pengalaman dan gagasan jadi tertata abadi. Itulah ilmu pengetahuan yang menghidupkan peradaban manusia hingga kini.

Perkembangan zaman saat ini menuntut kita khususnya seorang pendidik untuk terus membaharui diri. Literasi terus digaungkan, karena pada hakikatnya bangsa yang cerdas membaca masa lalu menulis masa depan.

Pada hakikatnya menulis berarti berbagi ilmu, namun jauh sebelum itu sesungguhnya juga merupakan media belajar. Ada pepatah Cina "menulis adalah membaca dua kali". Membaca adalah aktivitas memperoleh pengalaman dari ide dari orang lain, sementara menulis adalah aktivitas menata pengalaman dan mencipta gagasan yang baik dibaca oleh orang lain maupun sekadar dikonsumsi diri sendiri.

Untuk itu, dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga pendidik jenjang SD-SMP se-Kabupaten Belu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu bekerjasama dengan Media Pendidikan Cakrawala NTT menyelenggarakan Bimtek Penulisan Artikel Ilmiah.

Artikel ilmiah merupakan perwujudan kegiatan ilmiah yang dikomunikasikan lewat bahasa tulisan. Artikel ilmiah adalah karangan atau karya tulis yang menyajikan fakta dan ditulis dengan metode penulisan yang baku. Artikel ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran. Artikel ilmiah sendiri terbagi atas 2 yakni, artikel ilmiah murni dan artikel ilmiah populer.

Artikel ilmiah populer sendiri adalah sebuah tulisan yang berisi rangkuman dari artikel ilmiah. Artikel ini disampaikan menggunakan bahasa yang ringan, dan pastinya populer. Artikel ini pada dasarnya sama seperti artikel pada umumnya. Di dalamnya berupa tulisan yang mengandung isi, pandangan atau opini yang disertai dengan argumentasi secara ilmiah.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula SMPK Don Bosco selama 2 hari, Senin-Selasa, 26-27 September 2022. Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 130 peserta ini dibuka langsung oleh Bapak Bupati Belu.

"Saya harap Bapak/Ibu guru bisa menjadi roll model di sekolah dengan meningkatkan budaya literasi. Bersuaralah pada porsinya. Daripada bicara tidak jelas di media sosial, lebih baik perbanyak aktivitas menulis. Bersuara dan terus bersuara, adalah inti dari tanggung jawab guru pada profesinya. Kita hidup dalam ekosistem pendidikan, di mana banyak orang yang tak pernah berada di dalam kelas, punya begitu banyak pendapat dan asumsi tentang kebijakan dan apa yang harus dilakukan dalam praktik di lapangan." Ungkap Bapak Bupati Belu sebelum membuka kegiatan Bimtek Penulisan Artikel Ilmiah.

Kegiatan pembukaan ini juga selain diikuti peserta bimtek, hadir juga unsur dinas, para kepala sekolah, dan nara sumber media Pendidikan Cakrawala, Senin (26/09/2022)

Dalam sambutannya, Direktur Utama media Pendidikan Cakrawala NTT, Gusti Rikarno,S.Fil mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kab. Belu dan pentingnya literasi di era sekarang khususnya dunia pendidikan.

"Terima kasih kepada pemerintah Kab.Belu khususnya Bapak Bupati yang sudah membuka gerbang untuk Cakrawala NTT. Kondisi kita saat ini sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil data yang ada, Indeks Pembangunan Literasi Manusia NTT berada di angka 11,8 persen sedangkan tingkat minat membaca di NTT berada di tingkat angka 63. Belum lagi menulis. Bagaimana dengan Kab.Belu?? Saat ini yang sangat prihatin yakni Progres Pendaftar Calon Guru Penggerak Angkatan 8, 9, dan 10. Data per tanggal 22 Sepetember 2022, kandidat 294 orang  yang diajukan baru 4 orang. Kondisi ini betul-betul sangat memprihatinkan. Setelah ditelusuri ternyata Bapak/Ibu guru ini terkendala di penulisan esay ilmiah. Kita sekarang berada pada kondisi A Literasi, bisa baca tetapi tidak bisa membaca. Guru butuh pendampingan menulis bukan seminar menulis. Saat ini mari kita bergerak dari, oleh, dan untuk Rai Belu. NTT butuh sekian banyak hati yang peduli pendidikan."

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian ruang kelas A, B, dan C dengan anggota kurang lebih 45 orang didampingi para nara sumber Pak Ino, Pak Mario, Pak Egy, dan Pak Gusty untuk menulis artikel ilmiah populer. Masalah yang ditulis adalah masalah-masalah yang dilihat, dirasakan, dan dialami di sekolah khususnya dalam kegiatan pembelajaran di kelas.  Alur yang dituangkan pun sangat jelas, mulai dari gambaran masalah secara umum, masalah yang terjadi, mengapa masalah itu terjadi, apa yang dibuat untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan bagaimana hasilnya. Di akhir tulisan dibuatkan kesimpulan dan rekomendasi/harapan.

"Tulisan yang telah Bapak dan Ibu guru hasilkan  akan kami poles lagi, sebaik yang dapat kami lakukan. Kita berharap, semoga ketika karya-karya ini dibukukan, kita boleh menyambut dan membacanya dengan senyum yang bermekaran di wajah. Bahwa kita telah menulis, dan tulisan kita akan mengekalkan nama dan diri kita untuk generasi manusia sejak saat itu sampai sekian belas, puluh, ratus, bahkan mungkin abad yang akan datang. Verba volant, sed scripta manent.  Kata-kata yang diucapkan akan lekas menguap, tetapi tulisan tinggal tetap," ungkap kesan Pak Ino Sengkoen, S.Fil, pendamping kelas A.

 (Rinny Baki)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun