Rin Muna
Rin Muna Penulis

Walrina Munangsir Penulis Amatir Juara Favorite Duta Baca Kaltim 2018 Founder Taman Bacaan Bunga Kertas

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Berlin-RS. SNACK, UMKM Khas Balikpapan

6 Desember 2018   16:59 Diperbarui: 6 Desember 2018   17:22 238 4 3

Hai, Kompasianer...!

Ini bulan Desember, sudah memasuki musim penghujan. Tak heran jika pagi ini aku sudah terjebak hujan. Sialnya, mantel yang biasa aku simpan di bagasi motor dengan sengaja aku keluarkan untuk kujemur dan kemudian lupa memasukkannya kembali.

Sumber Ilustrasi: Utekno.com
Sumber Ilustrasi: Utekno.com
Aku menyandarkan tubuhku di dinding bangunan outlet milik JNE sembari menunggu hujan reda. Karyawan mulai berdatangan untuk memulai aktivitasnya seperti biasa. Mereka tersenyum ramah bahkan menyarankan agar aku berteduh di dalam saja.

Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam, duduk di kursi tunggu sambil sesekali memandang ke arah luar untuk memastikan hujannya sudah reda atau belum.  Beberapa pelanggan sudah mulai berdatangan untuk mengambil atau mengirim paketan. Pelanggan yang menggunakan kendaraan roda empat atau pengguna roda dua yang mengenakan mantel, tentunya tidak perlu mencari tempat berteduh seperti yang aku lakukan.

Sumber Ilustrasi : Rebanas.com
Sumber Ilustrasi : Rebanas.com
Aku membaca beberapa iklan yang tertulis di X-Banner. Ada banyak  sekali program JNE untuk mendukung aktivitas usaha. Mulai dari paket pengiriman yang sudah tidak asing lagi di telingaku seperti OKE, YES dan REGULAR sampai produk layanan Intracity 4 Jam dan Intracity COD yang lagi kekinian di kalangan para pelaku usaha online. Buat yang punya usaha online tapi pengirimannya hanya di dalam kota, bisa menggunakan produk intracity ini dengan harga yang lebih hemat tentunya. Tentunya hadirnya produk Intracity ini akan lebih memudahkan bagi para pelaku usaha di daerah. Juga produk JNE Trucking yang membuat pengiriman barang menjadi lebih hemat.

Karena penasaran, akhirnya aku mengunjungi situs yang tertera di sana, yakni jne.co.id dan melihat banyak produk layanan yang dihadirkan oleh JNE. Wah, asyik nih! Harusnya aku bisa saja menggunakan layanan JNE Intracity untuk mengambil pesanan sambal buah naga yang merupakan salah satu produksi UMKM sahabatku. Aku tidak perlu bersusah payah sampai kehujanan di jalan seperti ini.

Akhirnya, beberapa menit kemudian hujan pun reda. Aku melanjutkan perjalanan ke rumah sahabatku yang memiliki usaha UMKM di kota Balikpapan. Sesampainya di rumah sahabatku, ia menyambutku dengan sangat ramah. Aku melihatnya sedang sibuk packing barang yang akan dikirim ke beberapa tempat, baik di dalam maupun luar kota.

Rendy Saputra lahir di Balikpapan, 17 Februari 1992. Berawal dari keterlambatannya mendaftar kuliah di salah satu universitas di Yogyakarta pada tahun 2010. Kemudian ia dan ibunya berpikir untuk menjual roti dan kue kering. Niatnya diawali dengan membeli oven dan mixer, kemudian berjualan kue kering selama satu tahun. Pada awal tahun 2011, salah satu gurunya mengajak untuk mengikuti pelatihan dan seminar tentang UMKM. Selama satu tahun ia mengikuti kegiatan tersebut. Gurunya itu pun menyarankan agar ia memiliki produk unggulan yang bisa dijadikan oleh-oleh khas kota Balikpapan.

Pada tahun 2013 diadakan festival makanan khas Balikpapan yang diadakan oleh Disperindagkop kota Balikpapan. Ia membuat salah satu produk khas yakni dodol kepiting. Dodol kepiting ini rasanya enak, gurih dan asin. Sengaja tidak dibuat manis karena menggunakan ada campuran kepiting sebagai bahan baku pembuatan dodol tersebut. Dodol kepiting ini mendapat juara 2 dengan inovasi barunya.

Berikut ini gambar dodol kepiting buatan Rendy Saputra:

Sumber : Dokumen Pribadi Rendy Saputra
Sumber : Dokumen Pribadi Rendy Saputra
Seiring berjalannya waktu, ia terus menambah produk-produk kering yang lain seperti Icip Rumput Laut, Koin Udang, dan Icip Udang Papay.

Pada tahun 2015, ia memproduksi Sambal Buah Naga dan Sambal Pepaya Mini. Buah naga dan pepaya mini saat ini menjadi buah lokal Balikpapan.  Secara kebetulan di sekitar rumahnya banyak petani cabai. Kemudian ia terinspirasi untuk membuat Sambal Buah Naga. Sambal Buah Naga ini mendapat juara 3 kategori panganan basah sebagai inovasi baru pada festival makanan khas kota Balikpapan.

 

Sumber gambar : Dokumen Pribadi Rendy Saputra
Sumber gambar : Dokumen Pribadi Rendy Saputra
Berkat kontribusinya di dalam Koperasi Semayang, Sambal Buah Naga bisa dipasarkan di beberapa  modern market seperti Transmart, Giant Extra, Hypermart dan banyak pesanan yang datang.

Dari sanalah nama bran RS. SNACK (Berlin) banyak dikenal oleh masyarakat. Sejak itu ia sering mengikuti pameran keluar kota yang diadakan oleh Disperindagkop, bukan hanya mempromosikan Sambal Buah Naga, tapi semua produk oleh-oleh khas Balikpapan. Pada Bulan Desember 2018 ini, Rendi sudah mulai menempati SIKT (Sentra Industri Kecil Teritip), rumah produksi yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian / Perindustrian Balikpapan.

Berikut ini rumah industri yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian:

Rumah Industri Teritip. Sumber : Dok. Pribadi
Rumah Industri Teritip. Sumber : Dok. Pribadi
Sumber : Dok. Pribadi
Sumber : Dok. Pribadi
Ia juga memberikan alamat website UMKMnya padaku, yakni : www.sambelberlin.com yang bisa aku akses kapan pun dan di mana pun.

Selain usaha di bidang kuliner, usaha UMKMnya juga merambah dunia fashion. Pada tahun 2017 ia membuat kaos yang memperkenalkan ciri khas kota Balikpapan. Ia berkesempatan untuk memamerkan produk kaosnya di UMKM Fair yang diselenggarakan oleh Koperasi Semayang tahun 2017 di Pentacity. 

Sumber gambar : Dok. Pribadi Rendy S.
Sumber gambar : Dok. Pribadi Rendy S.
Design kaos khas Balikpapan ia buat sendiri, kemudian sepupu-sepupunya yang menjadi modelnya. Saat ini, produk kaosnya sudah ada di Hypermart.

Sumber: Dok. Pribadi Rendy Saputra
Sumber: Dok. Pribadi Rendy Saputra
Kaosnya cantik banget dan sudah dipakai sama si cantik Puteri D'Academy. Selain kaos, Rendy Saputra juga membuat karya fashion lokal lain yakni Kebaya Batik Balikpapan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2