susi respati setyorini
susi respati setyorini

Pengajar, menyukai tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Misteri Kala #24

15 September 2018   00:48 Diperbarui: 15 September 2018   00:48 261 0 0

Sementara tanganku dan Galuh terikat, otakku terus berpikir bagaimana caranya kami bisa bebas. Karena berteriak juga percuma, tak ada seorang pun yang akan mendengar. Ruangan ini seperti berbeda dunia.

Pria bersuara serak itu tak berada di ruangan aku dan Galuh disekap. Entah berada di mana ia kini. Karena pandanganku hanya bisa melihat ke jendela di depanku. Jendela yang kutahu jarang atau mungkin tak pernah dibuka. Tirai putih yang kusam sesekali diterbangkan angin dari sela-sela lubang di jendela.

Mataku liar menyapu seluruh ruangan yang mulai terang. Ini karena sinar matahari berhasil menerobos masuk. Memberikan cahaya penerangan di ruang penyekapan.

Galuh kembali menggenggam erat jariku. Dia memberi kode lagi.

Tak berapa lama ponsel di saku kulot-ku bergetar. Aku panik, berusaha menekan tombol jawab dengan tangan yang masih terikat. Paha kuangkat dan daguku tekan. Berhasil!

"Halo ..., "

"Tolong ... tolong kami ...!" bisikku.

"Halo ... halo ... Mbak Rasya ... halo ... Mbak ...."

"Masuk. Tolong kami ...."

Tiba-tiba ujung tongkat kayu ditekan ke belakang kepalaku. Aku terkejut dan memejamkan mataku. Wajahku tak kalah pucat setelah tahu pria itu memergoki aku.

"Hei! Jangan coba-coba minta pertolongan! Atau nasib kalian akan sama dengan Rara!"

Mataku terbelalak. Napasku tersengal dan mataku mulai memanas. Aku menahan air mataku menetes karena semakin kuatnya rasa takutku.

Aku menegakkan kepalaku pelan dengan wajahku yang berubah sangat takut dan tak tahan lagi aku pun menangis. Suara tangisku semakin kuat menggema ke seluruh ruangan penyekapan. Panik dan ketakutan menguasaiku hingga tak kusadari suaraku terdengar hingga keluar.

#30dwcjilid14

#squad6

#day24