Mohon tunggu...
rini karno
rini karno Mohon Tunggu... mahasiswa

LPG-SURAKARTA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN Covid-19 UNS Secara Mandiri oleh Mahasiswa di Lampung

4 Desember 2020   07:10 Diperbarui: 4 Desember 2020   07:15 15 0 0 Mohon Tunggu...

Solo--- Era pandemi COVID-19 yang masih terus mengalami peningkatan kasus di Indonesia berdampak pada banyak sektor. Universitas Sebelas Maret sebagai salah satu kampus yang sigap merespon persoalan yang ada di publik melakukan kebijakan untuk mahasiswa melakukan KKN di daerah masing-masing. Mahasiswa UNS yang tersebar di seluruh Indonesia dapat memilih beberapa tema yang disesuaikan dengan keadaan daerahnya masing-masing.

 Rini Nurkholifah salah seorang mahasiswa UNS melaksanakan KKN di Desa Sumur Tujuh, Wonosobo, Tanggamus, Lampung dengan tema umum peningkatan kesehatan dengan menggalakkan masyarakat untuk melaksanakan proteksi diri dan pola hidup sehat. Media sosial juga digunakan Rini untuk menyebarkan arahan Presiden dalam melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang lebih kita kenal dengan Era New Normal. 

Pelaksanaan KKN dilakukan secara individu dan berbeda dengan yang biasanya dilaksanakan. Pandemi yang tak kunjung berakhir juga menjadi saah satu pendorong pelaksanaan KKN tetap dilaksanakan agar kelulusan mahasiswa tetap tepat waktu. "Secara mandiri dan tidak berkelompok. Pembimbingannya oleh dosen pembimbing lapangan secara daring" M Najib Shofy Staf Unit Pengelola KKN 

Rini dibimbing langsung DPL Bapak Dr. Cahyono Ikhsan, S.T., M.T. melalui group whatsapp melaksanakan kegiatan KKN nya di desanya yaitu Desa Sumur Tujuh, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Lampung. Kegiatan yang diakukan olehnya dilakukan dengan terjun ke masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai yang diarahkan oleh pemerintah. 

Berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan di era pandemi selama KKN ialah membagikan masker, handsanitizer, pamflet COVID-19 kepada masyarakat door to door, membagikan tempat cuci tangan di tempat umum, sosialisasi protokol kesehatan pada anak-anak serta senam bersama ibu-ibu PKK. 

Masih banyak masyarakat di desa Sumur Tujuh yang belum menyadari akan pentingnya penggunaan masker dan handsanitizer. Beberapa orang bahkan masih bingung dalam penggunaan handsanitizer dan cuci tangan yang benar. "Jadi ini dipakai untuk kita kalau di luar rumah begitu?" tanya Payem salah seorang warga ketika diberi penjelasan mengenai penggunaan handsanitizer. Warga mengaku senang dengan adanya penjelasan disamping pemberian masker dan handsanitizer secara cuma-cuma. 

Komoditas Desa Sumur Tujuh sebagai penghasil buah pepaya memungkinkan masifnya adanya perkumpulan hampir seminggu sekali untuk bersama-sama melakukan penimbangan. Pembagian tempat cuci tangan bertujuan agar pada kondisi seperti ini masyarakat tidak lupa untuk tetap menjaga kebersihan tangannya. Selain di titik kumpul pengepul pepaya, pembagian tempat cuci tangan juga diberikan ke Posyandu, TPA, dan sekolah PAUD. 

Anak-anak yang belum sepenuhnya mengerti mengenai bahaya COVID-19 sangat rentan terhadap rantai penyebaran virus. Mereka masih sering mengabaikan aturan jaga jarak saat bermain atau berinteraksi dengan orang sekitar. Sosialisasi terhadap anak-anak dengan cara yang mudah dimengerti membuat mereka lebih nyaman dan senang untuk mengikutinya. Anak-anak diajar untuk rajin mencuci tangan dan meggunakan masker jika keluar rumah. 

Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat juga tidak hanya dilakukan dengan melakukan pencegahan terhadap semakin tingginya rantai penyebaran virus COVID-19, namun juga harus disertai dengan melakukan kegiatan positif selama masa pandemi untuk menjaga kesehatan jasmani maupun mental masyarakat. 

Senam yang sudah lama tidak dilakukan akhirnya dikomunikasikan lagi dengan ibu-ibu PKK untuk dilakukan lagi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Antusiasme ibu-ibu PKK dapat dirasakan dengan banyaknya peserta yang datang bahkan permintaan untuk melaksanakan senam dengan frekusensi yang lebih banyak selama semnggunya. "Kalau bisa kegiatan senam seperti ini lebih dirutinkan mbak, bisa seminggu dilakukan tiga kali" kata Fitri sebagai salah satu peserta senam. 

Harapan dilaksanakan KKN COVID-19 di Desa Sumur Tujuh, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Lampung ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai COVID-19.

VIDEO PILIHAN