Mohon tunggu...
Rini Adhelia
Rini Adhelia Mohon Tunggu... Penerima Beasiswa Sarjana Muamalat UIN Sumatera Utara

• Penerima Beasiswa Sarjana Muamalat UIN Sumatera Utara 2019 • Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Sumatera Utara 2017

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Perekonomian di Indonesia Pada Masa Pandemi Berdampak Buruk Bagi Masyarakat

16 Oktober 2020   08:41 Diperbarui: 16 Oktober 2020   09:20 55 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh : Rini Adhelia                                                      

Penerima Beasiswa Sarjana Muamalat UIN Sumatera Utara

Dikala pemerintah sedang berupaya mengoptimalkan kondisi perekonomian Indonesia, Pandemi covid 19 datang dengan segala dampak negatifnya. Seperti yang kita ketahui sekarang bahwa dampak dari pandemi ini sangat berpengaruh dalam segala aspek terutama pada kondisi kesehatan dan perekonomian. Di Indonesia dengan adanya pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi yang bisa dibilang “sangat tidak stabil”. Kondisi ekonomi di Indonesia nampak memprihatinkan, ekonomi secara global pada tahun 2020 diperkirakan bisa jatuh seperti depresi di tahun 1930, bukan lagi seperti tahun 2008 atau 1998. Kondisi ini juga memicu penurunan perdagangan bahkan perdagangan internasional. Di Indonesia  sendiri berbagai sektor harus terkendala dalam proses operasi, seperti pabrik-pabrik yang harus menghentikan proses operasi karena kondisi tidak memungkinkan ini. Berdasarkan Informasi dari laman berita Kompas.com yang dilansir pada tanggal 10 Mei 2020, pertumbuhan year-on-year, sumber partumbuhan ekonomi Indonesia triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53%. 

Mengingat berlakunya anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah (PSBB), banyak orang yang mengakses pekerjaan, pendidikan ataupun tempat hiburan melalui teknologi informasi secara online. Seiring hal tersebut, volume penjualan listrik PLN kerumah tangga pun otomatis meningkat. Hal ini salah satu penyebab perekonomian melemah. Beberapa masyarakat yang bekerja di sebuah perusahaan banyak para pekerjanya yang dirumahkan bahkan di PHK, Sehingga kebingungan akan bekerja apa untuk memeunuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Dari sisi makro ekonomi, dengan adanya stimulus fiskal yang disertai dengan realokasi anggaran untuk kesehatan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional dari sektor keuangan, diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian secara perlahan di kuartal ketiga.

Berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32%. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97%, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02% pada periode yang sama 2019 lalu. Kinerja ekonomi yang melemah ini turut pula berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. (Kompas.com dilansir pada tanggal 11 Agustus 2020).

Maka berdasarkan hal tersebut dampak yang sangat krisis dalam bidang perekonomian Indonesia yaitu pertama, jumlah pengangguran yang meningkat dan kedua, perubahan lanskap pasar tenaga kerja pasca-krisis.

Kebijakan Pemerintah menghadapi kondisi perekonomian Indonesia hal yang paling utama adalah pemerintah perlu menyiapakan protokol atau strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menanggapi hal tersebut, maka kementrian keuangan telah menyiapkan beberapa skenario menghadapi krisis wabah Covid-19, beberapa diantaranya adalah menambah hutang Negara untuk menambal defisit anggaran dan pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran untuk membantu menjaga pertumbuhan ekonomi yang akan terdampak jika dilakukan karantina.

Dalam kondisi ini respons kebijakan yang dapat dan perlu ditempuh antara lain:

Melakukan karantina pasien di wilayah yang sedang dilanda wabah, melarang aktifitas di luar rumah bagi seluruh warga kecuali jika sangat perlu dilakukan, Menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, menyiapkan cara-cara mendistribusikan bahan kebutuhan pokok, Memastikan anggaran untuk jaring pengaman sosial yaitu bantuan bagi masyarakat yang rentan akibat wabah ini. Terlepas dari perkembangan wabah yang cukup memprihatinkan saat ini, maka selalu waspada dalam menyiapkan diri dari kondisi terburuk ini sehingga akan dapat menjamin hasil yang terbaik.

Maka, kesimpulan dari tulisan ini adalah melihat begitu mirisnya keadaan ekonomi masyarakat yang terpuruk selama pandemi, seperti perusahaan, toko, bahkan tempat wisata tutup (lock down) sehingga banyaknya para pengangguran. Oleh sebab itu, melalui berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut cukup memberikan jalan bagi masyarakat dalam memberikan berupa bantuan dalam masalah perekonomian. Namun hal itu, tentu tidaklah dapat mengembalikan perekonomian sebelumnya dan terus melakukan peningkatan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan global. Kita juga berharap semoga pandemic Covid-19 cepat berakhir.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x