Mohon tunggu...
Rindang Ayu
Rindang Ayu Mohon Tunggu... Ibu rumah tangga mulai menekuni bidang sosial keagamaan

Wanita jawa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mengenal Empat Kecerdasan Manusia (IQ, EQ, SQ dan TQ)

29 September 2019   23:12 Diperbarui: 24 Agustus 2020   13:24 48356 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Empat Kecerdasan Manusia (IQ, EQ, SQ dan TQ)
Pexels_Andrea Piacquadio

Alat Ukur Kecerdasan Manusia

Dalam perkembangannya, setiap manusia kerap diukur level kecerdasannya untuk ragam kebutuhan. Para ilmuwan pun berusaha mengungkap cara menentukan level kecerdasaan seseorang. Setidaknya ada empat alat ukur yang telah ditemukan, berlaku baku, dan menjadi opsi dalam dunia psikologi.

Masing-masing dapat digunakan secara mandiri dan berdiri sendiri. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, orang banyak menggabungkan dua atau malah langsung empat di antaranya lantaran sisi manusia yang kompleks perlu diukur dari ragam aspek.

Dahulu pada sekitar tahun 1890-an, kecerdasan seseorang diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Konsep IQ ditemukan oleh Francis Galton, dan selama berpuluh tahun tes IQ diyakini sebagai satu-satunya ukuran standar untuk mengukur kecerdasan manusia.

Namun pada tahun 1983 Howard Gardner, seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS merumuskan sebuah teori Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk). Menurutnya kecerdasan manusia tidaklah tunggal, tetapi jamak yang setidaknya terdiri dari 9 komponen, yaitu kecerdasan matematis, linguistik, musikal, visual, kinetis, naturalis, interpersonal, intrapersonal dan spiritual.

Pada tahun 1987, Keith Beasley mengemukakan jenis kecerdasan lain yang tak kalah penting dalam mempengaruhi kesuksesan seseorang, yaitu EQ (Emotional Quotient). Istilah EQ menjadi popular setelah Daniel Golman mempopulerkannya melalui buku "Emotional Intelligence - Why it can matter more than IQ" pada tahun 1995.

Kemudian pada tahun 1997, Danah Zohar menemukan jenis kecerdasan baru selain IQ dan EQ, yaitu SQ (Spiritual Quotient).  SQ merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif sehingga bisa mencapai titik maksimalnya, dan berdampak pada kesuksesan dan keberhasilan seseorang.

Selanjutnya akhir-akhir ini ditemukan pula kecerdasan lain yaitu Trancendental Quotient (TQ) yang merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual. TQ merupakan kecerdasan seseorang dalam memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif  Ketuhanan.

Dengan begitu maka bisa dikatakan bahwa manusia mempunyai kecerdasan yang jamak (multiple quotient).  Setidaknya ada empat kecerdasan utama pada diri manusia, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ). dan kecerdasan transendental (TQ). 

dokpri
dokpri
Empat Kecerdasan Utama Manusia

Secara singkat keempat kecerdasan itu dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, Kecerdasan Intelektual (Intellegence Qoutient = IQ).  IQ merupakan kecerdasan kognitif (aktivitas berpikir), yang erat kaitannya dengan kemampuan mengingat, memahami, menganalisa, mengevaluasi, dan memecahkan masalah.

Kedua, Kecerdasan Emosional (Emotional Qoutient = EQ). EQ merupakan kecerdasan emosi, yang erat kaitannya dengan kemampuan mengontrol perasaan diri sendiri, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.

Ketiga, Kecerdasan Spiritual (Spiritual Qoutient = SQ). SQ merupakan kecerdasan jiwa yang erat kaitannya dengan kemampuan untuk bertindak jujur, adil, menghargai, kasih sayang, toleransi, empati, rendah hati, sikap ramah, dan sebagainya. SQ juga berarti kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang di hadapi dalam kehidupan.  SQ merupakan sumber bimbingan atau pengarahan bagi dua kecerdasan lainnya (IQ dan EQ).

Keempat, Kecerdasan transendental (Trancendental Quotient = TQ).  TQ bisa dikatakan sebagai kecerdasan ruhaniah/ilahiyah, yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif agama. TQ merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual, yang mempunyai konsep visioner jauh ke depan dengan pertanyaan, "Siapakah aku, darimana aku (berasal), dan mau ke mana nanti aku (setelah mati)?"

Hubungan Keempat Kecerdasan

Berkaitan dengan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), menurut Goleman kesuksesan karir seseorang dalam dunia kerja banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ).

Yang mana EQ mempunyai konstribusi sebesar 85%, sementara IQ hanya 15%.  Dengan begitu maka dapat disimpulkan peran EQ sangatlah signifikan disbanding IQ.

Jika IQ adalah parameter kecerdasan kognitif (berpikir), dan EQ adalah parameter kemampuan pengendalian rasa (emosi), maka kecerdasan spiritual (SQ) dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mentranspose dua aspek kecerdasan IQ dan EQ menuju kebijaksanaan dan pemahaman yg lebih mendalam.

Hal ini dikarenakan ketika orang sudah memiliki kecerdasan spiritual (SQ), maka ia  mampu memaknai kehidupan sehingga dapat hidup dengan penuh kebijaksanaan.

Sedangkan kecerdasan transendental (TQ) sesungguhnya merupakan kecerdasan tertinggi yang dimiliki manusia sebagai karunia terindah dari Tuhan Yang Maha Pemurah.

Kecerdasan ini sejatinya telah diterapkan oleh para tokoh besar dunia sejak dahulu, utamanya para tokoh agama yang mempunyai pandangan visioner jauh ke depan. Mereka menjalani hidup dalam kehidupan dengan mengikuti tuntunan ajaran agama, yaitu hidup dengan bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, serta berbuat kebajikan bagi sesama dalam rangka menggapai kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x