Rina Susanti
Rina Susanti karyawan swasta

mama dua anak, penulis lepas dan blogger. www.rinasusanti.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Kreatif ala Mama-mama "Zaman Now"

13 Januari 2018   20:39 Diperbarui: 13 Januari 2018   20:58 410 1 1
Kreatif ala Mama-mama "Zaman Now"
screenshot-20171205-194545-5a5a1026f13344459c7ff8f2.png

Daripada upload makanan di media sosial mending kasih tetangga.

Pamer makanan di media sosial, udah ngasih tetangga belum?

Piknik ke taman kota aja pamer  di media sosial.

Terdengar familiar? Bagi saya iya. Terus bikin baper? Dulu iya sekarang wolesaja hehehe. Berbaik sangka saja, penulis sedang mengingatkan. Pamer atau tidak, hanya  hati dan Sang Pencipta yang tahu. Begitu pula urusan ngasih ke tetangga.

Bisa ditebak kenapa status di atas sempat bikin saya baper karena saya sering upload foto hasil masakan di IG,  kalau lagi sempat sekalian nulis  resepnya di caption. Saya juga uploadsatu dua foto di IG kalau lagi piknik walaupun pikniknya cuma seputaran Jabodetabek. Dan seringnya memang seputar Jabodetabek hehehe.

Tapi ketahuilah,  kini makin banyak orang memanfaatkan media sosial bukan untuk sekedar pamer tapi berbagi informasi atau  mendapat penghasilan, termasuk saya. Gak harus jadi artis atau orang terkenal lho untuk bisa mendapatkan penghasilan dari media sosial, walaupun tentu kalau selebritis honornya jauh beda dengan orang macam saya, orang biasa, ga terkenal ga dikenal hahaha.

Honornya receh dibanding seleb -- seleb media sosial yang bekerjanya pun sudah professional, tidak  disambi nyuci atau momong anak. Tapi bagi IRT macam saya, receh itu jumlahnya sangat lumayan untuk bisa jajan buku, bisa nabung sedikit -- sedikit buat bekal mudik.

Mama kreatif zaman now,  memanfaatkan internet dan media sosial untuk hal positif

Saya Ibu rumah tangga dengan dua anak, saat memutusan resign dari kantor  4 tahun lalu sempat didera kegalauan cukup berat soal keuangan walaupun penghasilan suami bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga. Namanya punya uang sendiri kan beda rasanya heheheh. Uang sendiri bisa bebas ngasih ke ortu atau saudara yang lagi butuh bantuan. Uang THR buat mudik nyenengin ortu. Setelah resign? Eit, bukan tidak percaya sama sang maha pengatur rezeki, tapi saya selalu percaya rejeki datang dengan usaha dan doa.

Saat masih kerja kantoran saya menyalurkan hobi menulis dengan menulis di  blog (mulai kenal blog akhir masa kuliah -- tahun 2003 namun mulai menseriusi ngeblog tahun 2010)  dan menjadi kontributor lepas sebuah majalah bertema parenting. Sebagai kontributor lepas penghasilan saya tidak tentu. Kadang satu bulan mendapat lebih dari dua order tulisan kadang tidak sama sekali. Seiring waktu, kemajuan teknologi digital dan media sosial menggerus dengan pelan media cetak. Media cetak mulai mengencangkan ikat pinggang, salah satunya dengan tidak lagi memakai jasa kontributor lepas. Di lain pihak dunia blog menjanjikan sesuatu yang tidak pernah diduga sebelumnya. Tawaran review produk, undangan liputan, placement post, lomba blog dengan hadiah berjuta -- juta dsb. Memiliki akun media sosial jadi keharusan karena jumlah mengikut dan konten media sosial menjadi bahan pertimbangan yang tidak kalah penting. Celah yang harus dimanfaatkan bukan?

Namun internet dan media sosial  juga memiliki sisi negatif. Bukan hal baru, kita mendengar berita perselingkuhan yang dimulai dari media sosial atau orang berhutang demi terlihat 'wah' di media sosial, mengikuti   gaya hidup para seleb media sosial yang diikutinya. Semoga kita terhindar dari hal -- hal seperti itu ya teman.

Yang saya lakukan agar terhindar dari pengaruh buruk media sosial dan internet seperti yang disebutkan di atas, memfokuskan diri pada memanfaatkan internet dan media sosial yang memberi keuntungan positif;

Sumber informasi. Saya memanfaatkan internet dan media sosial sebagai informasi segala hal, bukan hanya berita yang lagi hangat diperbincangan juga urusan dapur untuk mencari resep masak, artikel pengasuhan, inspirasi DIY dan craft dan 'ensiklopedia' saat mendampingi anak belajar.

Berguru dari Youtube.Tutorial apa sih yang tidak ada di youtube, semua ada. Baru - baru ini saya belajar menjahit dari tutorial di Youtube, idenya dari teman yang sudah duluan belajar menjahit dari youtube. Alhamdulillah, satu gorden kolong dapur selesai saya buat.

Mendapat penghasilan. Sayang waktu dan quota jika  media sosial dan internet hanya dimanfaatkan untuk sekedar narsis, terlebih harga beras mulai naik, bagi saya sih nyambung hehehe. Sebagai IRT saya harus pandai -- pandai mengelola keuangan keluarga agar kebutuhan tercukupi.

Penghasilan apa sih yang bisa di dapat dari media sosial dan internet? Paling mudah jualan online. Saya merintis jualan online di instagram dan beberapa market place sekitar setahun yang lalu, alhamdulillah omzetnya lumayan.


Saya pernah menuliskan pengalaman mengirim bunga dengan cargo  di kompasiana dan Alhamdulillah menjadi headline. Boleh baca di sini

Cara lain mendapatkan penghasilan dari media sosial adalah dengan menjadi endorse, blogging dan influenzer. Bagaimana caranya? Ini perlu proses agak panjang, konsisten dan serius.

Akun -- akun yang kebajiran endorse (akun saya belum) biasanya produk yang di-endorsedisesuaikan dengan tema atau niche pemilik akun. Misal jika foto -- foto di IG tentang makanan yang endorse tidak jauh -- jauh dari produk makanan  termasuk restoran.

Jika tentang rumah (home living -- home dcor), yang endorse produk yang berhubungan dengan dekorasi dan rumah.

Kalau saya karena berawal dari blogger jadi tawaran sesuai dengan konten blog yaitu parenting dan lifestyle.

Tips memanfaatkan media sosial untuk mendapat penghasilan dengan cara blogging

Bagaimana sih memanfaatkan media sosial dan blogging untuk mendapat penghasilan? Ada yang penasaran? Sebenarnya yang akan saya share tips sederhana dan standar, terlebih saya belum termasuk full time blogger, masih serba disambi. Jadi katakanlah tip ini lebih  cocok untuk blogger pemula.

Konten berisi

Blog tidak bisa dipisahkan dari menulis. Tulisan yang di tulis sebaiknya berisi, walaupun sekedar curhat pastikan ada sesuatu yang biasa dipetik pembaca. Jika bukan tulisan curhat pastikan ada sentuhan personal dalam tulisan karena ini yang menjadi pembeda tulisan di blog dan portal berita.

Practise make perfect.Makin  banyak membaca dan menulis, kemampuan menulis akan terasah. 

Membangun branding di media sosial bukan berarti ingin terlihat wah tapi lebih pada membangun image kita yang berkaitan dengan konten blog. Tidak melibatan diri dalam menyebarkan berita hoax.

Menjadi diri sendiri artinya 'tampil' apa adanya. Jangan yang ditampilkan di media sosial bertolak belakang dengan kenyataan alias berbohong. Namun bisa membedakan mana yang boleh di share di media sosial mana yang tidak. Curhat personal sebaiknya tidak di share di media sosial.

Sesuaikan dengan kemampuan.Jangan sampai donk ya demi menjaga imej di media sosial kita memaksakan diri melakukan hal yang sebenarnya tidak mampu. Misal karena ingin selalu update dan mengikuti yang lagi happening terus memaksakan diri, misal  traveling kesana - kemari walaupun dompet lagi kosong -- maksain pake kartu kredit atau pinjam sana -- sini. Media sosial hanya selingan, jangan terjemuk hal semu. Kalau dompet mampunya jalan -- jalan dalam kota nikmati saja.

Asah kemampuan.Blogger zaman now  tidak hanya dituntut bisa menulis juga membuat foto pendukung yang baik dan bisa membuat vlog. Asah kemampuan dengan gabung di komunitas karena komunitas biasanya mengadakan banyak event yang berkaitan dengan menambah skill ini secara cuma -- cuma.

Jika sudah menikah batasi pertemanan dengan lawan jenis,bagi saya ini hal penting. Bukan tidak mau kenal blogger laki -- laki tapi pertemanan sebatas komentar di postingan blog atau obrolan saat bertemu di acara blogger . Tidak ada basa -- basi di luar urusan blog apalagi sampai japri. Ini untuk menghindari  hal -- hal yang tidak diinginkan.

Me time creative mama zaman now

Sibuk di media sosial tidak boleh lupa tugas rumah donk, merawat anak dan suami, membimbing anak -- anak, karena sebaik -- baik  tempat anak -- anak menuntut ilmu adalah rumah. Ibu adalah madrah pertama mereka. Bagi saya prioritas utama adalah keluarga selebihnya hanya memanfatkan waktu yang tersisa, daripada nonton tv, kebetulan saya tidak suka nonyon tv jadi kalau anak -- anak sekolah ya waktunya me time dengan cara ngeblog dan memanfaatkan media sosial.

Dan bagi saya me time bukan hanya  melakuan hal yang saya sukai dan membuat bahagia juga menchargeenergy dan memberikan waktu pada diri sendiri untuk istirahat seperti leyeh -- leyeh sambil membaca buku atau brain storming mencari ide untuk tulisan di blog atau promo jualan online.  Biasanya saya leyeh -- leyeh sambil mendampingin anak bermain (sore hari) dan  meminta anak -- anak mengusap tengguk atau bagian badan yang terasa pegal atau kelelahan. Rasa hangat dan aroma Kayu Putih Aroma (KPA) membuat otot terasa kendur dan rileks, tak heran biasanya setelah itu badan dan pikiran terasa fresh. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Awalnya memilih Kayu Putih Aroma  cap Lang  karena sudah terbisa dengan minyak kayu putihnya  sejak kecil malah sejak bayi. Cerita Ibu, kami -- kelima anaknya terbiasa dibalur kayu putih setiap sehabis mandi biar hangat dan tidak masuk angin. Kebiasaan yang menurun setelah saya memiliki anak. 

Anak -- anak beranjak besar tetap sedia kayu putih karena banyak manfaatnya. Setelah cap lang meluncurkan Kayu Putih Aroma  saya pun mencobanya dan cocok. Jika bepergian saya pastikan KPA ada dalam tas.

Mama zaman now tidak ada alasan untuk tidak kreatif dan Kayu Putih Aroma partner yang pas agar pikiran selalu fresh, ide kreatif pun mengalir terus.