Mohon tunggu...
Rina R. Ridwan
Rina R. Ridwan Mohon Tunggu... Penulis - Ibu yang suka menulis

Pembelajar Di Sekolah Kehidupan Novel: Langgas (Mecca, 2018) Sulur-sulur Gelebah (One Peach Media, 2022) Kereta (Mecca, 2023) IG: rinaridwan_23

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Tepat Waktulah!

21 Januari 2020   08:16 Diperbarui: 21 Januari 2020   08:22 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kita semua tahu, bahwa setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam kedisiplinan. Sudah menjadi rahasia umum juga bila kebanyakan orang Indonesia terkenal dengan kurangnya disiplin. Terkenal rajin mencari alasan, serta selalu menemukannya tepat waktu.

Kesadaran bahwa waktu tak akan pernah kembali, tampaknya sedikit sekali. Padahal, jika mau belajar dari orang-orang besar dan negara maju, salah satu kunci suksesnya adalah disiplin/tepat waktu.

Sementara yang terbiasa disiplin, seringnya malah dijadikan olok-olok dan dipaksa untuk mau memahami orang-orang yang rendah tingkat disiplinnya. Manajemen waktu kebanyakan orang di sini sangat buruk. 

Pekerjaan yang harusnya bisa dikerjakan sekarang, sering ditunda-tunda karena merasa masih punya banyak waktu. Begitu yakinnya bahwa dia tidak akan mati saat berniat menunda apa saja yang harusnya bisa segera dikerjakan.

Lihat betapa klisenya alasan orang yang terlambat datang di kantor, sekolah, pertemuan dan juga memenuhi janji, dengan kata sakti macet. Seolah kemacetan terjadi hanya saat itu, dan bukan setiap hari. 

Padahal, jika saja mau bersungguh-sungguh mempersiapkan diri, entah dengan berangkat lebih awal agar terhindar kemacetan, alasan itu tak akan pernah digunakan.

Seorang sahabat yang tinggal di Depok, yang setiap hari bekerja di Jakarta pusat, tak sehari pun pernah terlambat datang. Bukan hanya menghargai waktu bekerja, dia juga menghargai dirinya sendiri dengan tidak dikenal sebagai manusia penuh alasan, atau manusia malas.

Beruntunglah juga pada siapa saja yang sejak awal mendapatkan didikan untuk menghargai waktu dengan menerapkan disiplin dalam laku keseharian. Semua itu, sedikit banyak akan terkait dengan kesuksesan yang nanti didapatkan.

Salah satu sahabat saya yang suka telat, saat melaksanakan pendidikan di Jepang tertampar-tampar sendiri saat dia terlambat hadir lima menit di sana. Pintu semua tertutup dan dia harus kembali sesuai waktu yang sudah ditentukan. Tak menerima alasan apa pun. Syukurnya saat kembali ke sini, dia telah banyak berubah.

Orang-orang yang terbiasa tepat waktu, tampaknya di sini sedikit sekali dihargai. Bahkan ada dua hal yang banyak dikeluhkan oleh orang yang selalu tepat waktu.

Yang pertama adalah, bagaimana mereka merasa bosan dan kesal karena selalu datang lebih dulu dibanding yang lain. Menjadi yang pertama banyak yang menginginkannya di sini, namun tidak untuk urusan ketepatan waktu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun