Mohon tunggu...
Miftah RinaldiHarahap
Miftah RinaldiHarahap Mohon Tunggu... Lainnya - Gerilyawan Pembaru

Believe nothing, no matter where you read it or who has said it, not even if i have said it, unless it agrees with your own reason

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sesak Rasanya

1 Oktober 2022   01:05 Diperbarui: 1 Oktober 2022   01:08 72 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sesak rasanya
Mendengar sekelompok pemuda menertawakan idealisme dan harapan
Sembari memuntahkan berbagai ocehan tentang individualitas
Padahal mereka adalah mahasiswa
.
Sesak rasanya
Memikirkan apa yg sebenarnya terjadi kepada kalian
Apakah realitas telah membuat kalian bertekuk-lutut?
Apakah negara telah membuat apatisme terawat di benak kalian?
.
Sesak rasanya
Mendengar kalian dengan bangga mencemooh diri kalian sendiri
Dengan lantang kalian berkata;Kekacauan hari ini, silahkan ditanggung masing - masing. Aku tak harus peduli. Selama masih bisa makan, merokok,dan tertawa
.
Kawan, sesak rasanya...

Yogyakarta, 1 Oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan