Politik

Debat DKKL, Warisan Politik Sekolah Kami

14 November 2017   21:25 Diperbarui: 14 November 2017   21:40 153 0 0

Debat adalah salah satu sarana tukar pikiran yang baik, tidak jarang debat digunakan dalam proses pemilu sebagai ajang pengenalan diri dan pola pikir dari calon pemimpin.

Hal tersebut sama halnya dengan debat DKKL yang dilaksanakan oleh sekolah SMA Kolese Loyola yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah yang dari generasi ke generasi terus memberlakukan debat DKKL untuk menentukan Ketua dan Wakil DKKL.

DKKL merupakan singkatan dari "Dewan Keluarga Kolese Loyola", yang umumnya dikenal oleh sekolah lain dengan julukan OSIS, dan sama halnya dengan OSIS, untuk dapat menjadi anggota resmi, calon DKKL harus menempuh tantangan-tantangan dari sekolah, yang salah satunya adalah debat DKKL tersebut.

Debat diselenggarakan setelah berbagai ajang babak penyisihan seperti kampanye, uji mental, dan fisik sudah dirampungkan, babak penyisihan tersebut dilaksanakan dengan tujuan menyortir anggota calon, hal ini sudah dilakukan oleh SMA Kolese Loyola dari tahun ke tahun, dan menjadi tradisi, dan ciri khas SMA tersebut.

Tema debat berfokus terhadap lingkungan SMA Kolese Loyola sendiri dan bagaimana calon DKKL tersebut membuatnya jadi lebih baik, setelah debat selesai dilaksanakan, maka akan berlanjut pada tahap pemilihan akhir dimana tiap siswa disekolah tersebut, menyuarakan pilihan mereka, mirip prosesnya dengan pemilihan presiden Indonesia.