Mohon tunggu...
Ricky Faizal
Ricky Faizal Mohon Tunggu... Freelance Designer and Video Editor

Desainer yang suka nulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pencitraan, Image, dan Kepalsuan

15 September 2019   21:43 Diperbarui: 15 September 2019   21:54 49 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pencitraan, Image, dan Kepalsuan
maxresdefault-1-5d7e4fc20d82302dba614652.jpg

Aktif main instagram dan ngefollow akun-akun influencer entah dari kapan mulai suka ngikutin postingannya bang Uus (komika). Entah bermula dari suka dia ketika ngelucu, sampai ke ngikutin postingan artis/influencer lain di Youtube yang interview/sharing/kolaborasi yang ada bang Uus-nya. 

Seperti saat bang Uus cerita tentang gimana dia ketemu sama istrinya yang sekarang dari channel Youtubenya Ussi dan Andika, dia yang sering bilang atau lagi ngegembor-gemborin sikap jadi diri sendiri kaya di channel Froyonion, dll. Intinya ia banyak bilang bahwa artis-artis itu didepan layar selalu menjaga citranya dan akan berbeda sifatnya ketika dibelakang layar.

pengertian-pencitraan-dan-contohnya-1-300x186-1-5d7e4fdc0d82303c32346f02.jpg
pengertian-pencitraan-dan-contohnya-1-300x186-1-5d7e4fdc0d82303c32346f02.jpg
Sebenarnya pencitraan tidak hanya dilakukan oleh artis-artis, kita juga sering bahkan mungkin jadi kebiasaan buat pencitraan. Bahkan dalam feed Instagram pun semua orang seolah hanya memperlihatkan kesenangannya saja yang tentunya berkesan pencitraan padahal jika dipikir-pikir kembali rupanya hal buruk memang kurang etis untuk diperlihatkan ke ruang publik.

Setiap orang mempunyai kebiasaan buruk atau pasti pernah mengalami hal buruk. Jika hal baik disimpan bahkan diabadikan lewat foto karena ingin selalu mengingat momen tersebut, maka kesedihan seolah raib disembunyikan dan ingin dilupakan, dan hal tersebut umumnya lumrah untuk dilakukan.

Sebenarnya pencitraan baik atau buruk? Dalam aspek tertentu atau kebutuhan industrial, tentu kita harus menjaga sikap baik sebagai seorang budak industri, namun hal tersebut tidak berlaku mungkin dibeberapa pekerjaan yang lebih fleksibel. Buruknya pencitraan ialah memberatkan diri sendiri, kita selalu memasang topeng yang bukan diri kita hanya karena ingin diberi label baik yang sebenarnya bertolak belakang dengan diri kita yang hanya akan membebani diri sendiri karena akan kehabisan energi.

Dari keinginan untuk terlihat baik tersebut sebenarnya membuat diri kita toxic. Kita lebih terbebani sama omongan orang dari pada membuat suatu keputusan berdasarkan keinginan kita sendiri. Kita membatasi ekspresi kita oleh pendapat orang lain? terkekang sekali..

Dalam sebuah kesempatan ngobrol sama temen.

Temen  :               "Eh, lu coba deh kalo kurus pasti keliatan lebih ganteng, cocok sama brewok lu."

Gue :                     "Eh, ga perlu juga kali haha.. kenapa kita harus merubah diri hanya karena ingin dilihat lebih baik oleh orang lain (dalam hal fisik), kenapa gak merasa nyaman aja sama diri sendiri dan JADI DIRI SENDIRI aja."

Temen :               "iya juga yak."

Jujur saja, memaknai perihal pencitraan ini mempengaruhi aku dalam memandang sesuatu terlebih mengenai memilih pasangan. Aku selalu memegang niat bahwa akan memilih wanita berdasarkan akhlak dan agamanya. Jadi gini, untuk menemukan pasangan yang cocok sebenarnya gak usah gembar-gembor kesana-kemari cari perhatian, pamer kegantengan, pake motor sport, dll. Toh yang cocok pasti dengan sendirinya ada muncul rasa, jangan kemakan sama media deh. Media seolah ngajarin kita bahwa pasangan tuh harus tamvan, cantik, kaya, gaul, fashionable, instagramable, gak harus... cukup dengerin kata hati dan cari aja do'i yang sefrekuensi sama nilai-nilai kita.

VIDEO PILIHAN