Mohon tunggu...
Rikho Kusworo
Rikho Kusworo Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis Memaknai Hari

Karyawan swasta, beranak satu, pecinta musik classic rock, penikmat bahasa dan sejarah, book-lover.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Restu Sang Peneduh

27 Juni 2017   23:55 Diperbarui: 28 Juni 2017   00:05 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Terlahir sebuah suasana.

Terangkumlah peristiwa.

Rahim jari jemari yang erat terjabat.

Mendaulat mengikis bingkai benak yang berkarat.

Kapan kan datang runtuhnya sebuah keakuan.

Bilakah bejana kesadaranmu akan kosong.

Hingga air penyuluh memenuhi rongganya.

Tak mampukah kau tangkap keredupan restu insan peneduhmu.

Tak kuasa berpaling namun enggan pula menengokmu.

Resapi.

Angkat lumut yang menutup dinding itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun