Mohon tunggu...
Rijo Tobing
Rijo Tobing Mohon Tunggu... Novelis

Penulis buku kumpulan cerpen "Randomness Inside My Head" (2016), novel "Bond" (2018), dan kumpulan cerpen "The Cringe Stories" (2020) dalam bahasa Inggris. rijotobing.wordpress.com.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

"Comfort Food" Buat Mama di Tengah Pandemi

31 Maret 2020   20:23 Diperbarui: 31 Maret 2020   20:40 60 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Comfort Food" Buat Mama di Tengah Pandemi
sumber gambar: dokpri

Apa yang membedakan indra pengecap orang dewasa dan anak-anak?

Ketahanannya terhadap rasa pedas.

Kebanyakan orang dewasa menyukai rasa pedas, sedangkan anak-anak sedang mempelajari untuk menyukai rasa itu. Saya bilang kebanyakan karena saya kenal beberapa orang dewasa yang langsung bersin, batuk, dan ingusan jika mencium aroma cabe. Kasihan sekali.

Anak-anak bisa menyukai rasa pedas karena diajari, atau karena tertarik sendiri. Ada anak yang mulai suka karena mengecap rasa sambal botolan atau sambal yang biasanya diberikan di makanan siap saji. Ada anak yang langsung suka sambal yang terdiri dari cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, dan lain-lain.

Saya sendiri penyuka rasa pedas. Selama tiga kali mengandung, dua kali saya menghabiskan 1 botol sambal merk Bu Rudi dari Surabaya setiap dua hari sekali selama 4 bulan pertama. Rasa mual memang membuat saya tidak berselera makan, dan sambal membantu saya menelan makanan barang sedikit saja.

Di tengah masa #DiRumahAja seperti sekarang, kebutuhan yang terasa sekali melonjak drastis adalah kebutuhan akan makanan. Anggota keluarga yang terpaksa berdiam di rumah dan minim beraktivitas fisik lebih mudah lapar. Kulkas selalu terisi penuh, namun hasil belanja untuk kebutuhan satu minggu bisa raib dalam empat hari saja!

Sebagai ibu, dalam sehari saya berkali-kali ke dapur untuk menyiapkan makanan dan kadang memasak dua macam masakan, yang sesuai dengan lidah orang dewasa dan anak-anak. Masakan yang cocok untuk orang dewasa biasanya melibatkan sambal dengan tingkat kepedasan bervariasi.

Di tengah pandemi seperti ini saya ingin membuat masakan yang bisa bertahan lama di kulkas dan dipanaskan jika akan disantap saja, supaya mengurangi tugas memasak tiga kali sehari. 

Makanan pedas adalah "comfort food" buat saya, makanan yang memberikan kenyamanan buat perut, dan menenangkan hati dan otak setelah membaca berita seputar Covid-19.

Salah satunya adalah masakan berikut ini.

Saya tidak tahu nama masakannya, tapi kita sebut saja tumis cakalang daun singkong. Kata orang ini masakan Manado, tapi saya tidak pernah memakannya sebelum tahun 2018. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN