Mohon tunggu...
Rijo Tobing
Rijo Tobing Mohon Tunggu... Novelis

Penulis buku kumpulan cerpen "Randomness Inside My Head" (2016) dan novel "Bond" (2018) dalam bahasa Inggris. Buku dapat diperoleh di Gramedia, Periplus, dan Kinokuniya. rijotobing.wordpress.com.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

"Mamatomo", Lika-liku Pertemanan Mama-mama

22 Januari 2020   12:13 Diperbarui: 26 Januari 2020   17:57 231 3 0 Mohon Tunggu...
"Mamatomo", Lika-liku Pertemanan Mama-mama
Gambar: istockphoto.com

Kata mamatomo dibentuk dari 2 buah kata dasar, yaitu mama dan tomo (kependekan dari tomodachi yang berarti teman dalam bahasa Jepang). Saya baru tahu istilah ini beberapa minggu lalu dari teman saya yang tinggal di Jepang.

Menurut saya istilah ini tepat untuk menggambarkan hubungan pertemanan yang muncul ketika kita sudah berkeluarga dan mempunyai anak-anak. 

Secara harafiah mamatomo berarti sekumpulan mama yang menjadi teman karena anak-anak mereka sudah lebih dulu berteman. Mamatomo terbentuk karena aspek kesamaan komunitas dan hubungan baik yang sudah dijalani duluan oleh anak-anak dari mama-mama tersebut.

Orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah dengan kita menempati posisi berikut dalam hidup kita: orang asing (stranger), kenalan (acquaintance), teman (friend), sahabat (best friend), kemudian sahabat yang lebih akrab dibandingkan anggota keluarga sendiri. 

Langkah pertama dalam memiliki hubungan dengan orang lain adalah menjadi stranger dan kemudian acquaintance bagi mereka. Begitu kita ada di dalam komunitas/lingkungan pergaulan tertentu, stranger dan acquaintance adalah dua hal normal pertama yang akan kita temui.

Untuk menjadi friend atau bahkan best friend diperlukan waktu dan usaha dari semua pihak yang terlibat. 

Pertemanan akan terjalin saat kedua belah pihak sama-sama meluangkan waktu untuk saling mengenal karakter dan kebiasaan masing-masing, dan juga bersedia menghabiskan waktu bersama-sama untuk suatu kegiatan yang sama-sama disukai. 

Waktu pula yang akan menguji apakah pertemanan itu akan langgeng begitu karakter dan kepribadian seseorang pelan-pelan terungkap di hadapan teman barunya. Mempunyai atau tidak mempunyai teman adalah sebuah pilihan.

Orang dewasa lebih sulit untuk memiliki teman baru dibandingkan anak-anak. Ini kenyataan hidup yang tidak bisa dipungkiri. Orang dewasa kenyang dengan pengalaman menyakiti/disakiti dan mengecewakan/dikecewakan oleh orang lain. Oleh karena itu orang dewasa cenderung lebih berhati-hati dalam membina suatu hubungan. 

Buat mama-mama, kecocokan dengan mama-mama lain diikuti dengan harapan akan ada kecocokan antara para suami dan anak, syukur-syukur kalau seluruh anggota keluarga bisa berteman. 

Teman-teman yang bertahun-tahun ada dalam hidup kita, dengan siapa kita merasa nyaman, biasanya adalah teman lama yang didapat di sekolah atau tempat kerja karena sempat ada frekuensi berinteraksi yang intens antara kita dengan mereka.

Mama adalah makhluk perempuan paling protektif dan defensif terhadap anak-anaknya. Mama memiliki peran dominan dalam  mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang akan dianut oleh anak-anaknya. Jadi wajar saja jika mama sering kali menjadi filter untuk menentukan apakah anak-anak sedang terlibat dalam pergaulan yang baik atau yang buruk. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN