Mohon tunggu...
Egal Rigwaldi Sinaga
Egal Rigwaldi Sinaga Mohon Tunggu... Lainnya - The Real Man

Mulai tertarik untuk menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pemuda yang Menanggur

2 November 2021   16:52 Diperbarui: 2 November 2021   17:50 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pagi bukanlah waktu yang tepat untuknya bangun dari tidur

Sekalipun matahari telah terbit

Itu masih terlalu dini baginya

Kasur empuk masih mendekap tubuhnya yang begitu malang

Bermimpi memimpikan dia sedang bekerja 

Bermimpi memimpikan hidupnya bahagia

Bermimpi hingga malam kembali lagi

Sesekali tersenyum namun matanya masih tertutup

Alangkah lelapnya ia tidur di siang bolong

Suara suara berisik dari luar kamarnya 

Sama sekali tidak ia hiraukan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun