Mohon tunggu...
Riftia MiftahulJanah
Riftia MiftahulJanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Keindahan

Kebahagian yag sesungguhnya adalah pada diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Motivasi Kerja terhadap kinerja Guru

6 Desember 2021   13:26 Diperbarui: 6 Desember 2021   13:55 1857
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

              Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan pendidikan, setiap manusia akan mempunyai ilmu yang akan juga meningkatkan kualitas manusia tersebut. Ilmu bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya tentu dari lembaga pendidikan dimana seseorang akan menimba ilmu dari se orang guru. Undang-undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 39 (2) menjelaskan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Pendidikan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam keseluruhan aspek manusia. Hal ini disebabkan bahwa Pendidikan sangat lah berpengaruh terhadap perkembangan manusia, yaitu pada keseluruhan aspek kepribadian manusia. Berbeda dengan bidang-bidang lain, seperti arsitektur, ekonomi dan sebagainya, yang berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. Pendidikan lebih terkait langsung dengan pembentukan manusia, dalam hal ini pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Keberhasilan pendidikan manusia tidak dapat lepas dari lingkungan sebagai realitas social, Pendidik tidak terlepas adanya seorang Guru, Guru sangatlah berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga seorang guru harus lah berkualitas dalam mentransfer ilmu yang dia miliki kepada peserta didiknya. Guru adalah SDM yang sangat penting dalam kehidupan manusia, maka dari itu kinerja seorang guru akan sangat menentukan masa depan suatu bangsa.

Berdasarkan UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru Pasal 1 ayat 2, Guru adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama 2 mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kedudukan guru sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan memiliki tiga tugas utama yaitu dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dengan adanya Tiga tugas utama tersebut bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme dalam rangka memenuhi kesamaan hak bagi setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Mengingat pentingnya kedudukan, peran dan fungsi guru selaku tenaga pengajar, diperlukan motivasi kerja dan kinerja untuk peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas

              Guru adalah orang yang memberikan ilmunya dalam bentuk proses belajar mengajar baik dilembaga pendidikan formal dan lembaga pendidikan nonformal (Djamarah, 2000). Status guru yang ada di instansi pemerintah terdiri dari guru yang berstatus PNS dan Non PNS. Guru berstatus PNS adalah guru yang kehidupannya dijamin oleh negara dalam bentuk gaji dan tunjangan, sedangkan Guru Honorer adalah guru tidak tetap yang belum berstatus calon pegawai negeri sipil dan mendapatkan honor per jam pelajaran bahkan digaji secara sukarela berdasarkan kebijakan instansi pendidikan terkait. Guru Honorer disebut dengan istilah Guru Belum Tetap merupakan guru yang diangkat di daerah masing-masing dan SK ditandangani oleh Bupati/walikota di tempatnya bertugas.

Pada saat ini untuk mendapatkan pekerjaan sangat sulit dan tidaklah mudah. Contohnya untuk menjadi guru seseorang harus menempuh pendidikan khusus dan harus memiliki sertifikat sebagai guru. Walaupun sudah memiliki sertifikat mengajar, seseorang belum tentu bisa menjadi guru tetap disekolah. Banyak peraturan yang harus terpenuhi untuk menjadi guru tetap. Susahnya menjadi guru tetap membuat seorang guru hanya menjadi guru honorer.

Guru honorer tentunya dituntut untuk dapat mengerjakan pekerjaan yang sama dengan guru yang sudah berstatus sebagai guru tetap atau PNS. Namun, di sisi lain, gaji yang diterima dan masa depan yang tidak jelas pada guru honorer pun selalu menjadi masalah besar. Selain itu, terdapat pula hal-hal lain yang dapat memengaruhi motivasi kerja guru honorer, seperti quality of work life dan kompetensi profesional. Oleh sebab itu, motivasi kerja dari guru honorer tersebut dapat dilihat dan diteliti. Motivasi kerja guru honorer pun akan berdampak dengan hal-hal lainnya, seperti kinerja maupun produktivitas guru honorer. Bila motivasi kerja guru honorer rendah, maka kemungkinan guru honorer untuk meninggalkan pekerjaannya tersebut pun semakin besar

Motivasi seseorang dalam sebuah pekerjaan sangatlah diperlukan. Dalam hal ini guru yang merupakan tenaga pendidik seharusnya memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Motivasi kerja yang diungkapkan oleh Pinder (1998, dalam Baleghizadeh & Gordani, 2012) bahwa motivasi kerja adalah seperangkat kekuatan energik yang berasal baik dari dalam maupun luar individu, untuk memulai perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan, serta menentukan pada bentuk, arah, intensitas, dan durasi. Kekuatan energik ini berguna untuk memulai pekerjaan dengan semangat dan pada akhirnya memaksimalkan kinerja yang dilakukan, dampak dari motivasi kerja, khususnya motivasi kerja yang rendah pada guru honorer. Hal tersebut dapat membuat efek yang negatif pada guru honorer, seperti menjadi malas untuk mengajar dan akhirnya berdampak buruk pula pada proses mengajar (Haribowo, Rosalinda dan Khair, 2015). Lalu, penelitian Ghenghesh (dalam Halmuniati dan Sabania, 2019) menambahkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi merupakan faktor yang penting dalam memengaruhi produktivitas maupun efektivitas organisasi. Jadi, bila
motivasi guru honorer rendah akan berdampak pada produktivitasnya di dalam sekolah itu sendiri, maka dari itu kita sebagai guru honorer harus berpikir bahwa sekecil-kecilnya hasil yang dicapai dari seorang guru honorer, dari perjuangan dalam bekerja itu selalu berharga. Apalagi bahwa pekerjaan itu berharga dan membahagiakan banyak orang, Sekarang kamu adalah seorang guru honorer dengan penghasilan tak seberapa, tapi perjuanganmu yang istimewa ini perlu kamu syukuri.

 Dan selama pekerjaan ini kamu senangi dan cita-citakan maka berbahagialah dan bertahan sekuat tenaga. Berpikirlah lihat, siapa yang tak bangga kepadamu, orang-orang yang dengan ikhlas berbagi ilmu. Sejatinya kamu pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya, Meski kadang rasa ingin menyerah datang, kamu tetap memilih untuk bertahan. Entah apa yang membuatmu bertahan, mungkin karena senyum manis murid-muridmu, atau memang kamu terlalu dermawan. Tapi yang pasti kamu si guru honerer yang bertahan hingga detik ini punya beberapa keistimewaan, yang sesungguhnya sangat membanggakan, Banyak cara untuk memulihkan motivasi kinerja guru honorer agar tidak berdampak pada rendahnya kinerja pada guru honorer

  • Ikhlas berbagi ilmu tanpa pernah terlintas meninggalkan mereka, padahal status kerjanya masih entah  Ilmu yang kamu dapat selama masa kuliah dengan susah payah untuk mendapatkan gelar. Selain itu ilmu dan pengalaman yang kamu dapat tanpa pelit kamu sampaikan kepada mereka, murid-muridmu. Apa iya, kamu tega meninggalkan mereka yang sedang butuh banyak sekali cerita menarik darimu?, dan sangat butuh ilmu yang mereka dapatkan darimu
  • Meski gaji tak seberapa besarnya, kamu tetap rela lembur mengoreksi lembar ujian sampai mengisi rapor anak muridmu Repotnya saat UAS datang, kamu perlu siapkan waktu dan tenaga setiap malam untuk mengoreksi semua jawaban siswa. Kalau pun harus beristirahat pasti pikiranmu tak tenang, seperti haus untuk menyelesaikan lemburan tapi kadang badan juga tak bersahabat. Ajaibnya, kamu tetap mengerjakannya dengan ikhlas.
  • Demi ilmu yang bermanfaat untuk muridmu, dengan bangga kamu siapkan materi-materi belajar yang lebih seru

           Sebagai seorang pendidik, kamu merasa ada yang kurang dalam strategi pembelajaran, kurang segar dan kurang seru. Dengan                meluangkan banyak waktu setiap hari kamu siapkan dan rencakan dengan matang materi baru yang lebih seru dan mudah                         diserap oleh muridmu. Betapa kamu sungguh memberi mereka sebuah kebaikan, kamu harus tahu itu. Tak sia-sia!

  •  Merasa gajimu belum cukup, kamu pun banting tulang kerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup

            Apa yang kamu dapatkan di awal bulan memang tak sebanding dengan semua usahamu, kamu hanya bisa menerimanya dengan             lapang dada. Tapi semakin hari semakin banyak kebutuhan yang harus segera diladeni, kamu pun rela banting tulang cari                           tambahan pemasukan dengan bekerja sambilan. Kamu luar biasa semangatnya, semoga apa yang kamu terima akan bertambah               berkahnya

  • Kadang malu dan khawatir orang tua kecewa dengan pencapaian ini, tapi kamu selalu percaya semua pekerjaan selalu berharga

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun