Mohon tunggu...
Rifqi AP
Rifqi AP Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Semester akhir berjuang lulus tepat waktu

Selanjutnya

Tutup

Travel

Pemanfaatan Pembangunan Wilayah Pesisir oleh Masyarakat Setempat

14 Oktober 2020   17:20 Diperbarui: 14 Oktober 2020   17:24 20 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia dikenal sebagainegara kepulauan terbesar di dunia. Luas wilayah Indonesia mencapai 1,9 juta Km2 terbentang dari Sabang sampai Merauke. Adapun negara yang juga merupakan negara kepulauan diantaranya Papua Nugini, Filipina, Jepang, dan lainnya. Namun, luas negara kepulauan tersebut tidak sebesar luasnya Indonesia. Menurut data, pada tahun 2018 jumlah pulau di Indonesia sebanyak 16.056 yang mana jumlah pulau berpenghuninya hanya sekitar 7000 pulau. Jumlah ini berkurang 1.448 pulau dari tahun sebelumnya berjumlah 17.504 pulau. Dengan memiliki 16.056 pulau tersebut, Badan Informasi Geospasial menyebutkan, total Panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 Kilometer. Angka tersebut melebihi Panjang yang diumumkan PBB pada tahun 2008 sepanjang 95.181 kilometer. 

Dengan luasnya hamparanlaut yang ada di Indonesia, membuat potensi sumber daya alam di wilayah pesisirIndonesia sangatlah besar. Kegiatan utama dari besarnya potensi yang kitamiliki disini adalah kekayaan hayati dan hewani yang dapat dieksploitasisemaksimal mungkin dengan bertanggung jawab. Visi poros maritim yang pertamakali didengungkan pada 2014 atau setelah Joko Widodo dilantik sebagai PresidenRI untuk periode pertama, masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka MenengahNasional (RPJMN) 2015-2019.

Visi tersebut menjadikan penataan ruang lautsebagai arah kebijakan perikanan secara nasional. Visi tersebut menjadikan nelayansebagai garda terdepan untuk pengembangan kawasan pesisir di bawah pemerintahanPresiden RI Joko Widodo. Namun, selama lima tahun terakhir, ada banyak kasusperampasan ruang hidup yang berulang kali terjadi di banyak daerah. Kondisiitu, memaksa lebih dari delapan juta rumah tangga perikanan (RTP) harusberhadapan dengan ekspansi investasi yang terus masuk ke wilayah pesisir danpulau-pulau kecil.

Telah kita ketahuibersama, selain sumber daya alam yang melimpah yang bisa kita nikmati di negarakhatulistiwa ini, pemanfaatan keindahan alam yang dimiliki dapat menjadi sumberpemasukan bagi negara yaitu dengan menjadikan destinasi wisata alam bagi semuakalangan terutama untuk destinasi wisata daerah pesisir. Sudah bukan menjadirahasia lagi, Bali sebagai salah satu pulau di Indonesia sudah menjadidestinasi paling populer di seluruh dunia untuk masalah keindahan alam. Tidakjarang wisatawan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk sekedarmelepas penat dari aktivitas sehari hari di Bali.

Selain Bali, terdapat pula destinasi wisata pesisir yang wajib dikunjungi di Indonesia. Destinasi tersebut diantaranya Kepulauan Raja Ampat, Labuan Bajo, Kepulauan Belitung, Taman Laut Bunaken, Pulau Weh, Wakatobi, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Derawan, dan masih banyak lagi. Bukan nominal yang sedikit yang harus kita keluarkan untuk menikmati alam di sana, namun semua terasa sepadan ketika kita telah mengetahui secara langsung bagaiman indah dan terawatnya destinasi wisata yang sudah menjadi destinasi wisata popular di dunia tersebut. Tidak ada habisnya, destinasi wisata tersebut selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan local maupun wisatawan mancanegara. 

Jangan heran, bukan halyang menakjubkan bagi Indonesia untuk menarik pengunjung dari manca negara untukmenambah devisa negara. Indonesia telah memiliki modal yang cukup besar untukmenarik wisatawan local maupun asing. Namun tidak semua daerah di Indonesiaberhasil melakukannya. Memang bukanlah hal yang sulit untuk memulai menarikwisatawan karena kita telah memiliki modal yang besar, akan tetapi yangtersulit adalah menjaga dan mengembangkan potensi yang telah ada di IbuPertiwi. Bukan hanya mengembangkan potensi yang dimiliki, namun terkadang kitatidak menyadari bahwa daerah kita memiliki potensi yang amat sangat besar untukdijadikan destinasi wisata yang bisa membantu menambah devisa negara.

Tidak perlu jauh jauh, diPulau Jawa saja yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan pulaudengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, masih ada daerah yang masihbelum memaksimalkan potensi yang dimiliki, bahkan tak jarang ada potensi yangbenar benar belum diketahui yang sebenarnya apabila dimanfaatkan, bisa menjadi“ladang emas” bagi penduduk sekitarnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Pulau Jawa adalah pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia yangpenduduknya banyak memiliki profesi yang diharuskan untuk selalu datang kekantor atau berkutat di jalan raya. Padahal jika dilihat dari segi bisnis, dengankondisi seperti itu apabila daerah daerah yang sudah memiliki potensi dan mauuntuk memanfaatkannya, hal tersebut bisa mendatangkan rezeki bagimasyarakatnya, karena pasti masyarakat sekitar akan mencari destinasi wisatauntuk melepas penat. Untuk destinasi yang sudah disebutkan sebelumnya, tidaksemua orang bisa mendatanginya karena biaya untuk menuju kesana cukup mahal.

Ambil satu contohpemanfaatan potensi yang cukup baik yaitu dari Kabupaten Malang. Sudah kitaketahui bersama bahwasannya di Kawasan Kabupaten Malang bagian selatan terdapatbanyak sekali pantai yang berjejer di sana. Dimulai dari masyarakat,pengembangan potensi pesisir Kabupaten Malang selatan yang dulu hanya dibangundengan fasilitas penunjang pariwisata seadanya, kini deretan pantai di Malangselatan telah didukung oleh fasilitas penunjang pariwisata yang sudah didukungsepenuhnya oleh pemerintah setempat.

Pemanfaatan potensi alam pesisir yangdimiliki dimulai dengan kabar dari mulut kemulut, yang sekarang sudah diketahuibanyak orang terutama di Jawa Timur. Peran utama masyarakat sekitar akansadarnya potensi pesisir yang mereka miliki amatlah penting. Tidak kalahpenting kemudian, akses menuju lokasi, promosi lokasi juga sangat berpengaruhterhadap berkembangnya wilayah pesisir Malang selatan yang dijadikan destinasiwisata. Dimulai dari jalan desa dengan aspal seadanya melewati perbukitan  gelap yang digunakan hanya untuk akses antardesa, sekarang telah dibuka akses jalan baru untuk menuju deretan pantai yang lebihlebar, terang, dan bagus untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Tidak jauh dari KabupatenMalang, Kabupaten Sidoarjo. Kota delta yang berbatasan langsung dengan KotaSurabaya dan Kabupaten Gresik. Tak heran, kemiripan karakteristik potensi yangdimiliki Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya maupun Kabuptaen Gresik. Samaseperti Kabupaten Gresik, Sidoarjo juga menjadi wilayah yang memiliki potensipenghasil ikan bandeng yang cukup besar. Bahkan, bandeng dijadikan logokabupaten Sidoarjo yang digandengkan dengan udang. Kondisi topografis KabupatenSidoarjo berbentuk daratan rendah yang mayoritas disisi timurnya dipenuhidengan tambak. Selain itu, diujung paling timur Sidoarjo, berbatasan langsungdengan Selat Madura.

Letak geografis Sidoarjoyang berbatasan langsung dengan laut di sebelah timur, membuat KabupatenSidoarjo memiliki potensi yang besar sekali akan kegiatan di wilayah pesisir.Walaupun dikenal dengan penghasil bandeng, Kabupaten Sidoarjo kurangmempromosikan kelebihan yang ada seperti halnya di Kabupaten Gresik yangmemiliki acara untuk memikat wisatawan menghadiri acara “pameran” bandeng. DiSidoarjo, pemanfaatan potensi pesisir hanya digunakan untuk kebutuhan produksi.  Kurangnya peran warga dan pemerintahansetempat untuk meng”highlight” potensi yang dimiliki tidak hanya dapatdimanfaatkan untuk kegiatan produksi, melainkan kegiatan pariwisata pesisirjuga dapat ditonjolkan di wilayah ini.

Belum banyak yang tahu, di wilayah pesisir Sidoarjo tidak hanya terdapat tambak bandeng dan udang, melainkan ada obyek wisata di wilayah pesisir yang sudah didukung oleh pemerintah setempat, yaitu wisata Tlocor. Dukungan pemerintah diwujudkan dengan dibangunnya dermaga yang cukup baik dan akses jalan yang bagus menuju destinasi tersebut.

Dari destinasi wisata Tlocor tersebut, pengunjung bisa menaiki speedboat menuju pulau hasil endapan lumpur Lapindo yang menuju laut yang bernama Pulau Lusi. Namun, perhatian terhadap Pulau Lusi tidak dilakukan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Padahal, menurut situs berita yang beredar, pengalaman ke Pulau Lusi sebenarnya cukup baik, tenang, jauh dari hiruk pikuk. Namun, sayangnya fasilitas penunjang wisata tidak diperhatikan. Bahkan ada beberapa pantai dan wilayah yang berpotensi mendatangkan wisatawan banyak yang belum terjajah.

Bila disebutkan, ada Pantai Ketingan (Buduran), Wuhgoyo (Sedati), Kalanganyar (Sedati), Pulau Sarinah (Jabon), Pulau Dem (Jabon). Beberapa factor yang menyebabkan tidak berkembangnya beberapa potensi wisata pesisir ini adalah kurangnya perhatian terhadap kerapihan tempat tersebut serta akses jalan yang tidak proper untuk calon wisatawan menuju destinasi.

Artinya, peran masyarakatsetempat merupakan langkah awal untuk mengembangkan potensi pesisir yang ada.Namun, tidak menutup kemungkinan juga peran masyarakat setempat dalam menjagadestinasi wisata pesisir yang sudah didukung oleh pemerintah dengan dibangunnyafasilitas penunjang. Disamping itu, peran pemerintah juga sangat berpengaruh,lebih lebih sebagai pendukung dana untuk pembuatan fasilitas di dan menujudestinasi wisata pesisir tersebut, karena apabila lokasi tersebut berhasilmendatangkan wisatawan, akan terjadi perputaran uang disana dan mengakibatkan bertambahnyatingkat kemakmuran masyarakat sekitar dan daerah setempat.

Di kondisi sulit mengadakankegiatan dengan mendatangkan orang banyak seperti sekarang, penulis berpikirini adalah saat yang tepat untuk menaikkan potensi wisata pesisir yang terdapatdi Kabupaten Sidoarjo. Memang pengunjung yang datang tidak akan ramai, namunjika penduduk dan pemerintah setempat “menyuguhkan” destinasi wisata pesisiryang berkesan positif bagi pengunjung, pasti informasi mulut ke mulut akanmendatangkan pengunjung yang lebih banyak kedepannya. Kreatifitas penduduksetempat dalam menjamu tamu yang datang juga sangat berpengaruh dalam menaikkannama daerah tersebut.

VIDEO PILIHAN