Mohon tunggu...
Rifqah Fakhirah
Rifqah Fakhirah Mohon Tunggu... Menjadi orang penting itu baik, tetapi lebih penting menjadi orang baik

Jangan pernah katakan bahwa aku mempunyai masalah yang besar, tetapi katakan pada masalah tersebut bahwa aku mempunyai Allah yang maha besar dan maha segalanya.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Nahwu di Kalangan Minilenial

14 Desember 2019   21:05 Diperbarui: 15 Desember 2019   15:01 39 0 1 Mohon Tunggu...

Ilmu nahwu adalah salah satu pelajaran yang sangat penting dan suatu alat yang bisa mempelajari kitab dalam bahasa arab serta memahami al-qur'an dan hadits yang menjadi pedoman umat islam di kalangan dunia saat ini. Dalam kitab imrithi, ilmu nahwu adalah ilmu yang mengetahui tingkahya akhir kalimat baik dalam segi I'robnya maupun binanya. (Syarifudin Yahya, 2004 ) 

Sedangkan dalam kitab alfiyah ibnu malik, ilmu nahwu adalah ilmu yang membahas tentang beberapa dasar yang diambil dari qoidahnya orang arab untuk bisa mengetahui tingkah akhirnya kalimat baik dari segi I'rob ataupun segi binanya. ( Abi Abdullah, 1980 )

Hukumnya dalam mempelajari ilmu hawu adalah fadhu kifayah, yang dimaksud kalau sudah satu orang yang belajar, maka kewajiban yang lainnya gugur. ( Syarifuddin Yahya, 2004 )

Ilmu nahwu shorof  diibaratkan dengan Ilmu nahwu adalah bapaknya segala ilmu sedangkan ilmu shorof adalah ibunya segala ilmu.

Faktor dari minat belajar ilmu nahwu adalah adanya kesemangatan, kesungguhan dari para pelajar dalam mempelajari ilmu nahwu juga karena bahasa arab itu, bahasa yang menarik, gampang, dan mudah dipahami untuk dipelajari dan juga menurut pandangan saya, karena saya sangat suka dalam mempelajari ilmu nahwu ini.

Kelebihannya dalam mempelajari ilmu nahwu adalah kita dapat paham dan bisa dalam mengartikan bahasa arab, dengan baik dan benar. Tujuan mempelajarinya untuk memahami al-qur'an dan sunah Nabi SAW. secara detail, dan tidak asal-asalan dalam memperdalam pelajaran tersebut.

Pentingnya ilmu ini, adalah sangat penting untuk memahami pelajaran tersebut, baik itu dalam al-qur'an, hadits, agar tidak terjadi kesalahan makna dalam memahami dan mempelajari ilmu nahwu tersebut yang akan diajarkan kepada orang lain yang butuh akan ilmu tersebut, dan memperdalam pelajaran ini tidak bisa sembarangan, apalagi jika kalimat tersebut berasal dari al-qur'an ataupun hadits. 

Disinilah pentingnya dalam mempelajari ilmu nahwu dan shorof, agar tidak sembarangan ketika memberi makna dalam pelajaran nahwu ini. Maka dari itu, mari kita perdalami lebih mendalam dalam dalam belajar ilmu nahwu dan shorof sebagai bekal untuk pemahaman yang benar terhadap teks-teks bahasa arab, yang bersumber baik itu dari al-qur'an hadits, maupun yang lainnya.

Melihat pada zaman sekarang, banyak nya orang yang kurang dalam mempelajari ilmu nahwu, karena sebagian dari mereka menganggap pelajaran ini susah dipahami dan mereka hanya mementingkan pelajaran yang bersifat umum. Dan lebih baiknya lagi, sebaiknya pemerintah itu mengayomi orang-orang yang ingin mempelajari ilmu nahwu karena adanya kita sebagai manusia ketika mempelajari ilmu nahwu itu akan kembali pada diri kita sendiri, yang dimaksud kita akan lebih memahami makna dalam sebuah kitab yang kita pelajari dan kita nantinya akan mengembangkan kembali pelajaran ini kepada orang-orang yang lebih membutuhkan lagi, sehingga kita nantinya mendapatkan pahala ketika sudah membagi ilmunya. Ilmu nahwu juga dapat membawa kita menuju jalan akhirat sedangkan yang kita sering pelajari yang bersifat umum itu hanya saja membawa kita menuju dunia yang baik. Menurut pandangan saya ilmu nahwu itu, pelajaran yang sangat dasar, sehingga nantinya kita dapat mengetahui makna dalam bahasa arab, al-qur'an, hadits, dan lain sebagainya.


Metode Pengajaran Ilmu Nawu Sorof

Pada  dasarnya  pesantren  hanya  mengajarkan  ilmu  dengan  sumber kajian  atau  mata  pelajarannya  kitab-kitab  yang  ditulis  berbahasa  Arab. Adapun  sumber-sumber  tersebut  mencakup  al-Qur'an  beserta tajwid dan tasrif-nya dan  ilmu kalam, fiqh dan usul  al-fiqh, al-hadith dan mustalah al-hadith-nya,  bahasa  arab  dengan  seperangkat  ilmu  alatnya seperti halnya nahwu shorof, bayan, ma'ani, badi' dan 'arud, tarikh, mantiq dan  tasawuf.  Sumber-sumber  kajian  inilah  yang  dimaksud  sebagai  kitab kuning.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x