Mohon tunggu...
Muhammad Ridki Kurniawan
Muhammad Ridki Kurniawan Mohon Tunggu... Admin of rifkipedia

Developer of Rifkipedia.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Eksistensi Pembelajaran Daring, Apakah Efektif ?

17 April 2020   08:14 Diperbarui: 17 April 2020   08:27 292 0 0 Mohon Tunggu...

Penulis : Muhammad Rifki Kurniawan
Mahasiswa program study, Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang

Beberapa waktu belakangan ini, dunia pendidikan dikejutkan dengan oprasional system baru yang diterapkan guna mencegah penyebaran virus covid-19. Sebut aja daring atau belajar online, dimana seorang peserta didik diwajibkan memasuki kelas pada sebuah aplikasi ataupun melalui chat whatapps. Metode daring ini merupakan pengembangan dari dampak globalisasi. Sekaligus menjadi upaya mengembangankan kreatifitas peserta didik ataupun pendidik dalam dunia teknologi modern.

Tetapi Pembelajaran daring ini, tidak sesuai ekspetasi diatas. Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak budaya dengan mayoritas masyarakat yang memiliki fundamentalis teramat tinggi. Sekaligus masih banyak yang konservatif, membuat pembelajaran daring ini tidak berjalan dengan efektif. Sebagaimana peserta didik yang melakukan pembelajaran dirumah, belum tentu konsisten dengan jam mata pelajaran. Terutama peserta didik yang aktif dalam keluarga, seperti membantu orang tua ataupun suka bermain.

Namun dibangku perkuliahan banyak sekali yang tidak sesuai dengan standart mata kuliah, tetapi berbeda dengan pembelajaran non-online atau offline. Pembejalaran daring yang diterapkan kampus menuai kontroversi yang begitu tinggi.

Dengan pembayaran spp atau ukt yang melejit, dan itu pun tidak selesai pada waktu semester yang tetapkan pada jadwal. Sehingga perkuliahan dipending untuk beberapa saat. Sehingga memicu emosional para mahasiswa terhadap birokrasi kampus. Guna menyikapi pembelajaran yang efektif dengan adanya subsidi kuota internet yang memenui standart pembayaran ukt atupun spp.

Oleh karena itu pembelajaran yang efektif harus seimbang, dengan adanya interest dari pihak pendidik kepada peserta didik, guna menyikapi masalah yang sama (pendidikan saat covid-19).

Interest itu harus adil dengan melihat kondisi ekonomi dan melihat kondisi sosial, maka pendapat dari peserta didik kepada pendidik, harus benar-benar dicermati serta dipahami secara detail, tidak boleh dibiarkan seolah-olah sekedar dinamika saja.

Baca Juga Tulisan terbaru 

Pemerintah perlu mengemukakan penegasan kepada institusi nya, baik swasta maupun negeri untuk memberikan instruksi subsidi kepada sekolah ataupun perkuliahan. Agar setiap peserta didik maupun pendidik memiliki semangat interaktif kepada dunia pendidikan. Dilandasi dengan kebutuhan finansial pendidik maupun peserta didik, sebagaimana pembelajaran harus kompeten dan efektif.

Sumber Tulisan :
pokokeatiseneng.my.id

VIDEO PILIHAN