Mohon tunggu...
Rifki Feriandi
Rifki Feriandi Mohon Tunggu... Relawan - Open minded, easy going,

telat daki.... telat jalan-jalan.... tapi enjoy the life sajah...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Mengenal Lawrence Dean Kurnia, Peraih Medali Emas Kejuaraan Dunia Wushu Junior

17 Juli 2018   09:42 Diperbarui: 17 Juli 2018   11:05 4484
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lawrence Dean Kurnia, peraih medali emas Kejuaraan Wushu Yunior Dunia ke -7 di Brasil | Foto: Rosi Nurasjati Kramaatmadja

Selain Lalu Zohri, ada beberapa figur lainnya pembuat harum nama Indonesia di kancah Internasional di bulan Juli ini. Salah satunya adalah Lawrence Dean Kurnia. Jagoan wushu cilik yang menyabet medali emas di 7th World Junior Wushu Championship di Brazil. Lawrence menyabet medali emas untuk kategori Boy's Daoshu C.

Pagi ini, saya berkesempatan mewawancarai Kurnia Djuhari, ayah Lawrence Dean Kurnia, untuk mengetahui sosok Lawrence lebih jauh.

Lawrence bersama kakaknya Patricia Geraldine (kanan) peraih perunggu, Mamanya (kiri) dan Dubes Indonesia di Brasil
Lawrence bersama kakaknya Patricia Geraldine (kanan) peraih perunggu, Mamanya (kiri) dan Dubes Indonesia di Brasil
Selamat ya. Lawrence sudah mengharumkan nama Indonesia dan mendapat emas. Lawrence itu pertama kali latihan wushu di usia berapa?

Terima kasih. Bangga banget euy. Lawrence mulai latihan wushu di umur lima tahun

Kenapa wushu yang dipilih?

Awalnya sih untuk kesehatan saja  dan mengisi waktu jangan terlalu banyak main. Cari kegiatan yang bermanfaat. Begitu. Pada waktu itu dia diajak temannya. Anak-anak dekat rumah pada main wushu. Jadilah saya masukan ke sana. Dan kayaknya cocok. 

Maklum anak saya tidak bisa diam. Kadang-kadang saya pulang kerja dalam kondisi lelah dan stress eh anak-anak malah mengajak berkelahi-berkelahian. Kadang karena capai saya suka meledak marah. Bahkan pernah Lawrence tidak mau dekat dengan saya, jadi jauh sama saya. Rasanya berdosa banget.

Usia sebelas tahun dengan badan tegap dan wajah yang penuh keyakinan | Foto: Rosi Nurasjati Kramaatmadja
Usia sebelas tahun dengan badan tegap dan wajah yang penuh keyakinan | Foto: Rosi Nurasjati Kramaatmadja
Terus apa katanya yg membuat dia betah main wushu?

Pada waktu itu saya masukkan tiga anak saya, Jessica, Patricia dan Lawrence. Memang semangat sih merekanya. Tapi namanya anak. Pada dasarnya anak-anak itu tidak bertahan. Inginnya santai-santai. Kalau sudah gitu, paling sebagai orang tua kita yang selalu memberi semangat dan menasehatinya. Kadang saya jawabnya sambil berkata "siap-siap yah bentar lagi berangkat. Latihan...hehe.."

Mungkin yang membuat mereka betah karena ada kesempatan bertanding. Jessica, Patricia dan Lawrence itu pada latihan kelihatan menonjol. Lalu pelatihnya berkata "Om, boleh tidak anak-anak ikut bertanding?". Ya saya jawab "silakan". Padahal mereka ketemu pelatih yang galak, tapi dia sayang.

Bersama Bu Dr.Rosi Nurasjati.S.Pd..M.Pd Kabid Litbang PB Wushu dan pendamping atlet di Kejuaran Dunia Yunior Brasil | Foto: Rosi Nurasjati Kramaatmadja
Bersama Bu Dr.Rosi Nurasjati.S.Pd..M.Pd Kabid Litbang PB Wushu dan pendamping atlet di Kejuaran Dunia Yunior Brasil | Foto: Rosi Nurasjati Kramaatmadja
Usia berapa Lawrence mulai bertanding?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun