Mohon tunggu...
Rifan Nazhip
Rifan Nazhip Mohon Tunggu... PENULIS

Hutan kata; di hutan aku merawat kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Menanak Cinta

19 Agustus 2019   14:50 Diperbarui: 19 Agustus 2019   23:04 0 19 6 Mohon Tunggu...
Puisi | Menanak Cinta
Sumber ilustrasi: pixabay

Istriku menanak cinta
Pagi berwarna pucat
Comberan menggalah selera
Siapa yang bermain layang-layang melangkahi jendela

Istriku membakar kata
Pagi berubah pekat
Comberan hilang dalam gelap
Tak ada layang-layang, lunglai patah oleh hujan

Istriku menutup cerita
Membanting langit dengan ceracau
Kain pel, baju-baju beterbangan
Aku terbang dalam kalut yang lampau
Senasib seperti ular yang tidur sampai musim semi
Ketika salju turun sangat geram
Sangat debam

Ujung Kata, 819

KONTEN MENARIK LAINNYA
x